Berita Lembata

Lho! Tiap Hari Anjing Bawa Pempers ke Panti Taruna Harapan Lewoleba

Sejumlah pegawai Panti Taruna Harapan Lewoleba, Kabupaten Lembata, mengeluhkan sampah yang dibuang para petugas kebersihan di lokasi

Lho! Tiap Hari Anjing Bawa Pempers ke Panti Taruna Harapan Lewoleba
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
LOKASI SAMPAH -- Lokasi pembuangan sampah yang jaraknya dekat dengan Panti Taruna harapan Lewoleba. Gambar diabadikan, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sejumlah pegawai Panti Taruna Harapan Lewoleba, Kabupaten Lembata, mengeluhkan sampah yang dibuang para petugas kebersihan di lokasi sampah yang hanya berjarak tak lebih dari 100 meter dari panti tersebut.

Pasalnya, hampir setiap hari anjing membawa bekas pempers bayi dan jenis sampah lainnya ke area pemukiman penduduk termasuk ke ruas jalan di depan panti. Padahal kantor itu selalu didatangi tamu.

"Sebenarnya kami sudah menyampaikan masalah ini berulang kali kepada pengelola kebersihan di Kota Lewoleba ini. Tapi apa yang kami sampaikan dianggap angin lalu. Buktinya sampai sekarang sampah masih dibuang di lokasi itu padahal bukan tempat pembuangan akhir sampah (TPA)," ujar Amri, pegawai panti dibenarkan pegawai lainnya, ketika ditemui Pos Kupang.Com, Rabu (10/10/2018).

Dikatakannya, lokasi pembuangan sampah itu sebenarnya bukan TPA sampah. Hanya kebetulan lokasi itu merupakan tempat penggalian material untuk menguruk lokasi Hari Nusantara (Harnus) ke - 16 di area Pelabuhan Lewoleba pada tahun 2016 lalu.

Lubang bekas penggalian material urukan itulah, lanjut dia, akhirnya dijadikan petugas kebersihan sebagai tempat pembuangan sampah. Padahal peruntukkan lokasi itu bukan TPA sampah.

Menurut Amri dan pegawai lainnya, mereka telah mengeluhkan masalah itu kepada pengelola sampah, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lembata. Namun sampai saat ini, keluhan itu diabaikan sama sekali.

Buktinya, ungkap Amri, sampai dengan saat ini petugas kebersihan masih saja membuang sampah di tempat itu, baik pagi, siang maupun sore hari. "Tempat itu kan bukan TPA sampah. Jadi kami minta petugas kebersihan agar membuang sampah pada TPA di Waijarang. Bukan di lokasi yang hanya berjarak beberapa meter dari panti itu," ujar Amri diiyakan teman-temannya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved