Berita NTT

Biaya Perawatan Guru Diduga Keracunan Ditanggung Hotel! Karyawan Juga Ganguan Pencernaan

Biaya perawatan sejumlah guru yang diduga keracunan ditanggung oleh pihak Hotel Pelangi. Pengelola Hotel juga yang mengatakan para guru

Biaya Perawatan Guru Diduga Keracunan Ditanggung Hotel! Karyawan Juga Ganguan Pencernaan
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Situasi ruang makan Hotel Pelangi saat dilakukan pemeriksaan oleh tim dari Polres Kupang Kota, Rabu (9/10/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG --- Biaya perawatan sejumlah guru yang diduga keracunan ditanggung oleh pihak Hotel Pelangi. Pengelola Hotel juga yang mengatakan para guru untuk menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Aloysius Min, S.Pd, M.M ketika dikonfirmasi, Rabu (10/10/2018).

Baca: Ini Penyebab Sepanjang Oktober 2018 Pintu Air Persawahan Konga Ditutup

Menurut Aloysius, para guru itu sedang mengikuti diklat Kurikulum 2013 (K13) di Hotel Pelangi. "Informasi yang kami peroleh bahwa ada beberapa guru yang mengalami gangguan pencernaan, karena itu pihak hotel dan panitia langsung membawa mereka ke rumah sakit," kata Aloysius.

Dijelaskan, ada tiga rumah sakit yang menjadi tempat perawatan para guru, yakni RS Mamami, RS. Siloam dan RS SK Lerik.

"Ada sebagian guru sudah ditangani dan pulih. Namun, kami belum bisa pastikan apakah itu akibat makanan atau apa," katanya.

Dikatakan, semua biaya perawatan ditanggung pihak hotel, termasuk transportasi ke rumah sakit.

Sedangkan soal penyebab, ia mengakui, setelah kejadian itu, BPOM, Dinkes maupun polisi sudah langsung ke Hotel Pelangi untuk mengecek penyebab sehingga para guru mengalami gangguan pencernaan.

"Jadi‎ kita tidak bisa berandai-andai soal penyebab, karena itu harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Apakah karena makanan atau hal lain," katanya.

Kabid Pembinaan SMA sekaligus Plt. Kabids SMK Dinas Pendidikan NTT, Pius Rasi , S.Sos,mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab sehingga para guru itu mengalami gangguan pencernaan.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Namun, saat ini ada sebagian guru yang telah dipulangkan dan istrahat di Hotel Pelangi," kata Pius.

Dikatakan, soal informasi keracunan itu belum bisa dipertanggungjawabkan, sebab belum ada hasil yang menyatakan demikian. "Kami dapat informasi bahwa bukan saja guru-guru yang mengalami gangguan pencernaan, tetapi juga karyawan di Hotel Pelangi," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan NTT, Johanna E Lisapaly,S.H,M.Si mengaku telah mendapat laporan tersebut.

"Saya saat ini di Waikabubak mengikuti acara Hari Aksara. Sedangkan soal peristiwa di Hotel Pelangi itu Dinas Pendidikan sudah berkordinasi dan meminta pertanggungjawaban dari pihak hotel," kata Lisapaly.‎ (*)


Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved