Berita Kabupaten Manggarai Barat

Asosiasi Kapal Wisata Labuan Bajo Menolak Rencana ASDP Untuk Gunakan Kapal Feri Layani Wisatawan

Ahyar menegaskan, ada tiga alasan utama penolakan oleh Askawai terhadap hal itu.

Asosiasi Kapal Wisata Labuan Bajo Menolak Rencana ASDP Untuk Gunakan Kapal Feri Layani Wisatawan
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Armada kapal feri saat sedang merapat di pelabuhan ASDP Labuan Bajo. 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Labuan Bajo, menolak rencana PT ASDP yang akan mengoperasikan armada kapal feri untuk melayani wisatawan ke pulau-pulau kecil yang merupakan obyek wisata di Labuan Bajo.

"Kami menolak total apapun alasan dari PT ASDP yang merencanakan itu," kata Ketua Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Labuan Bajo Ahyar Abadi Kamil, saat dimintai tanggapannya oleh POS--KUPANG.COM pada Hari Rabu (10/10/2018) terkait rencana PT ASDP tersebut.

Baca: Bandara El Tari Berlakukan Transaksi Pembayaran Non Tunai

Baca: 5 Perampok Nekad Beraksi, Pedagang Emas Kehilangan 7 Kg Dagangannya

Ahyar menegaskan, ada tiga alasan utama penolakan oleh Askawai terhadap hal itu.

Pertama, penggunaan kapal feri untuk melayani wisatawan di Labuan Bajo akan mematikan pengusaha-pengusaha kapal wisata lokal di Labuan Bajo.

Kedua, penggunaan kapal itu akan menimbulkan konflik antara pengusaha kapal wisata lokal dengan pemerintah, terutama dengan ASDP.

Ketiga, penggunaan kapal feri itu oleh PT ASDP merupakan bentuk monopoli bisnis yang mematikan usaha kapal wisata dari masyarakat lokal.

Disampaikannya, PT ASDP sebagai perusahan BUMN sudah menggeluti bisnis pada skala besar selama ini. Sehingga seharusnya ruang-ruang usaha yang sudah dijalani oleh masyarakat tidak dimasuki oleh PT ASDP.

"Kalau monopoli bisnis dilakukan, bagaimana dengan pengembangan ekonomi kerayatan," kata Ahyar.
Pemerintah Pusat kata dia segera meminta PT ASDP untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.

"Ini yang kami bingung dengan pemerintah pusat ini," kata Ahyar.

Dia meminta PT ASDP membatalkan rencana tersebut.

Pihaknya kata Ahyar, sudah memasang 15 spanduk penolakan di 15 titik yang tersebar di Labuan Bajo. Seperti di ruas Bandara Komodo, Puncak Waringin, Kampung Ujung, kawasan ASDP dan sejumlah titik lainnya.
Belasan spanduk penolakan itu kata dia, dipasang pada Hari Selasa (9/10/2018).(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved