Berita Lembata

22 Anak Segera Diantar Pulang ke Kampung

22 anak Panti Taruna Harapan Lembata akan diantar pulang ke kampung halaman masing-masing setelah mereka menamatkan sekolahnya

22 Anak Segera Diantar Pulang ke Kampung
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Pelaksana Harian (Plh) Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Riang Naibonat dan Taruna Harapan Lembata, Ursula Benga Tokan, 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sebanyak 22 anak Panti Taruna Harapan Lembata akan diantar pulang ke kampung halaman masing-masing setelah mereka menamatkan sekolahnya pada pertengahan tahun 2019 mendatang.

"Kalau mereka sudah menamatkan sekolah pada pertengahan tahum 2019 nanti, maka kami akan antar mereka pulang ke kampung masing-masing. Anak-anak itu tidak bisa lagi menjalani hidup di panti karena tenggat waktunya sudah selesai."

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Riang Naibonat dan Taruna Harapan Lembata, Ursula Benga Tokan, ketika ditemui Pos Kupang.Com di panti tersebut, Rabu (10/10/2018).

Ursula mengatakan, sesuai aturan, apabila anak-anak sudah menamatkan pendidikan pada jenjang SMA/SMK, maka selebihnya harus dilepas dari panti. Tapi sebelum diantar pulang ke tanah kelahirannya, anak-anak itu terlebih dahulu diberi modal untuk memulai hidup secara mandiri.

Apabila hendak melanjutkan kuliah, lanjut Ursula, maka uang itu bisa digunakan untuk persiapan menuju bangku pendidikan. Tapi kalau langsung memasuki pasar kerja, maka uang itu bisa dimanfaatkan sebagai modal awal untuk bekerja.

"Selama di Panti Taruna Harapan, anak-anak itu sudah dilatih bekerja. Jadi setelah menamatkan sekolah, mereka setidaknya sudah agak terampil. Nah, keterampilan itulah diharapkan menjadi bekal untuk mereka hidup mandiri," ujarnya.

Ia menambahkan anak-anak di panti itu semuanya sekolah. Ada yang SD, ada juga SMP dan yang lainnya SMA/SMK. Selama berada di panti tersebut kehidupan mereka dibiayai oleh negara. Semua kebutuhan hidupnya termasuk biaya pendidikan, ditanggung oleh negara.

Makanya, imbuh Ursula, jika 22 anak itu sudah tamat, maka mereka diantar pulang. Selanjutnya manajemen panti menerima lagi anak yang lain sesuai syarat yang ditentukan. Ada pun anak yang diterima di Panti Taruna Harapan, adalah yang berstatus yatim, piatu, broken home, anak dari keluarga miskin dan beberapa syarat lain. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved