Berita Rekrutmen CPNS 2018

Rekrutmen CPNS 2018 di Daerah Terdampak Gempa Sulteng Ditunda hingga 2019

Pemerintah terpaksa menunda pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di daerah terdampak bencana Sulawesi Tengah.

Rekrutmen CPNS 2018 di Daerah Terdampak Gempa Sulteng Ditunda hingga 2019
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas memperbaiki jaringan listrik di Jalan Trans Sulawesi di Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, yang putus akibat gempa dan tsunami, Sabtu (6/10/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pemerintah terpaksa menunda pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2018 di daerah terdampak bencana Sulawesi Tengah.

"Jadi untuk Sulawesi Tengah, khususnya untuk Palu, Donggala, Parigi Moutong dan Sigi, kami akan tunda sementara," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Kebijakan penundaan itu atas pertimbangan kehidupan masyarakat yang saat ini dalam masa pemulihan pascabencana.

Baca: Bangunan Kios di Pasar Inpres Larantuka Ini Semrawut

Kementerian PAN-RB belum dapat memastikan kapan proses rekrutmen CPNS di sana dapat dilaksanakan. Kementeriannya saat ini masih berkomunikasi secara aktif dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan hal itu.

"Saat ini kami belum kontak betul ya dengan pemerintah daerahnya untuk menentukan ditunda sampai kapan. Pokoknya sampai dilihat ini bisa berjalan lagilah," ujar dia.

Baca: Diatur PP, Kini Pelapor Kasus Korupsi Bisa Dapat Rp 200 Juta

Deputi Sistem Informasi Badan Kepegawaian Negara(BKN) Iwan Hermanto mengatakan kemungkinan proses perekrutan CPNS di daerah terdampak bencana di Sulteng baru akan dilaksanakan 2019.

Ia sekaligus memastikan bahwa penundaan itu tak mengganggu apapun, salah satunya persoalan anggaran yang artinya melewati batas waktu.

"(Proses rekrutmen) melewati tahun anggaran (2018). Mungkin kan geser kan, tapi kan kalau kondisi force majeure ya nggak apa," kata Iwan.

Lagipupa, selain atas kondisi psikologis masyarakatnya, pemerintah menilai rekrutmen di tengah bencana alam akan membuat para pelamar tidak optimal dalam mengerjakan soal yang diberikan.

"Mereka dalam kondisi kayak gitu lalu disuruh ikut tes, disuruh bersaing mungkin tidak konsentrasi," ujar Iwan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved