Berita Kota Kupang

Pendeta Mesakh Dethan Minta Para Doktor Asal NTT Kembali Bangun Daerahnya

Demikian petikan sambutan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pdt. Dr Merry Kolimon pada acara pentahbisan

Pendeta Mesakh Dethan Minta Para Doktor Asal NTT Kembali Bangun Daerahnya
ISTIMEWA
Dari kiri ke kanan Pdt. Ira dan Pdt. Sonya foto bersama dengan VG Kaum Bapak Tingkat Sinode GMIT seusai acara kebaktian Penahbisan Pendeta. 


POS-KUPANG.COM, KUPANG - "Sesuai dengan sumpah setia pendeta yang ditahbis untuk bersedia ditempatkan di mana saja dalam seluruh pelayanan GMIT. Maka jangan sampai terjadi, waktu pentahbisan yang penuh hikmah dan dengan derai air mata, tapi ketika waktu mulai hendak ditempatkan di jemaat atau bidang tugas tertentu mulai alasan macam-macam, seperti suami anak, orang tua, keluarga, etc. "

Demikian petikan sambutan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pdt. Dr Merry Kolimon pada acara pentahbisan pendeta GMIT bernama Ira Desiawanti Mangililo Ph. D dan Sonya Indriani Nubatonis, S. Si. Teol di GMIT Getsemani Tarus Timur, Minggu, 7 Oktober 2018.

Di hadapan para pendeta, undangan dan ribuan jemaat yang hadir, Pdt. Dr. Mery Kolimon meminta kedua pendeta yang baru ditahbiskan itu dapat melayani sungguh-sungguh jemaat yang akan ditentukan untuk mereka.

Tokoh jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur, Nelson Matara dalam sambutan "Sekapur Sirih" mewakili jemaat menyampaikan aspirasi seluruh jemaat agar ibu Ira Mangililo ditempatkan kembali di jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pendeta Mery Kolimon menegaskan bahwa usul itu akan dipertimbangkan. Karena ibu Ira dalam proyeksi MSH GMIT direncanakan akan memperkuat Program Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang sebagai dosen.

Direktur Pascasarjana UKAW, Pdt. Dr. Fredrik Doeka yang hadir bersama dosen UKAW Pdt. Dr. Mesakh Dethan pada acara tersebut menyambut baik pernyataan Ketua Sinode GMIT, Pdt Mery Kolimon.

"Ini sebagai bukti bahwa gereja peduli dengan upaya penguatan program Pascasarjana UKAW," tandas Doeka.

Ketika diminta komentarnya terhadap pernyataan Ketua Sinode GMIT itu, Pdt. Dr Mesakh Dethan mengatakan bahwa itu merupakan sebuah "angin segar" karena dalam sepuluh tahun terakhir UKAW kekurangan dosen berkualifikasi Doktor Teologi. Imbasnya turut mempengaruhi akreditasi program pascasarjana UKAW Kupang.

"Menurut saya banyak anak-anak GMIT atau kader GMIT yang berkualifikasi doktor tetapi kebanyakan mengabdi di luar GMIT. Baiknya pimpinan GMIT dan juga pimpinan GKS (Gereja Kristen Sumba) sebagai kedua gereja pendiri mengimbau para doktor asal kedua gereja itu agar mereka mau pulang untuk memperkuat jajaran dosen UKAW", ujar Mesakh Dethan, doktor lulusan Jerman dan mantan Wartawan Pos Kupang tersebut.

Hadir dalam acara tersebut para pendeta emeritus, tokoh pemerintah dari Kabupaten Kupang, Prof. Dr Daniel Kameo, rekan dosen Ibu Ira Mangililo di UKSW Salatiga, rekan-rekan pendeta dan keluarga dari kedua pendeta yang ditahbis tersebut. (*)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved