Berita Gempa Sulteng

Pasca Gempa di Donggala! Enam Jenazah Ditemukan di Longsoran

Masyarakat Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, mengevakuasi temuan enam jenazah yang tertimbun longsor pascagempa

Pasca Gempa di Donggala! Enam Jenazah Ditemukan di Longsoran
. ANTARA FOTO/Indra/wsj.
Satu unit mobil tertimbun material longsoran tanah dan batu di area Kebun Kopi di Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). Longsor di area tersebut terjadi akibat gempa bumi pada Jumat (28/9) dan mengakibatkan jalur transportasi darat dari daerah Gorontalo menuju Donggala dan sebaliknya terhambat 

POS KUPANG.COM - - Masyarakat Desa Enu, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, mengevakuasi temuan enam jenazah yang tertimbun longsor pascagempa bermagnitudo 7,4 pada skala Ritcher di daerah tersebut, Jumat (28/9).

"Ada empat orang yang terjebak dalam mobil dan dua orang yang mengendarai sepeda motor," kata Ismail salah seorang warga di sekitar lokasi penemuan jenazah, Minggu petang.

Baca: Ini Keluhan Siswa Soal Uang Foto Pas! Kepsek Bilang Biaya Harus Murah

Baca: Info Terkini Gempa Sulteng! 90 Persen SPBU di Palu Sudah Kembali Beroperasi


Menurut dia, sejak gempa terjadi, longsoran itu tidak pernah dibersihkan, hingga tercium aroma busuk di sekitarnya.

Selain itu, longsoran tersebut juga memutuskan arus transportasi di jalur jalan trans Sulawesi dari arah Kabupaten Tolitoli menuju Kota Palu.

"Jumat (5/10) siang baru ada alat jenis eksavator yang selesai membersihkan longsoran itu dan menemukan jenazah tertimbun di bawah tanah," ujarnya.

Antara yang melintas di jalan tersebut, menemukan sisa rangka mobil jenis Avanza yang sudah rusak berat.

Sementara jenazah sudah dievakuasi oleh pihak keluarga, yang diketahui empat orang berasal dari Desa Tambu, Kecamatan Balasesang, Kabupaten Donggala dan dua orang berasal dari Kecamatan Tawaili, Kota Palu.

Pascagempa pekan lalu, jalur transportasi di kilometer 43 dari Kota Palu, tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan hanya dilalui kendaraan roda dua, dengan membayar uang jasa pembersihan Rp20 ribu, untuk masyarakat sekitar.

Sepanjang jalur jalan trans Sulawesi, terlihat puluhan rumah masyarakat rusak berat dan ringan akibat gempa, yang juga melanda wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Hingga hari ke sembilan, belum dilakukan perbaikan jaringan listrik untuk daerah Donggala bagian Utara dari arah Kota Palu.

"Setiap malam masih gelap, listrik belum diperbaiki, sementara BBM semakin langka untuk menghidupkan mesin genset," keluh salah seorang warga Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved