Breaking News:

Berita Kabupaten Sumba Barat Daya

Kades Maliti Bondo Ate, SBD Bantah Ada Pungli Di Kampung Wisata Ratenggaro

Kepala Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Matius R.Katoda membantah bila terjadi pungutan liar (pungli)

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.COM
Ilustrasi rupiah 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA--Kepala Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Matius R.Katoda membantah bila terjadi pungutan liar (pungli) terhadap setiap wisatawan berkunjung ke Kampung Ratenggaro dan pantai Ratenggaro di Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo.

Meski demikian, ia mengakui, hal itu pernah terjadi dan dilakukan oleh oknum dari luar Kampung Ratenggaro. Oknum tersebut sudah ditegur dan tidak berani melakukan lagi.

Kampung wisata Ratenggaro di Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya . Foto Minggu (7/10/2018) siang.
Kampung wisata Ratenggaro di Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya . Foto Minggu (7/10/2018) siang. (POS KUPANG/PETRUS PITER)

Saat ini pengenaan tarif berkunjung ke Kampung Ratenggaro dan Pantai Ratenggaro sepenuhnya tergantung kerelaan pengunjung saja.

Hal itu karena sampai saat ini, pemerintah Desa Maliti Bondo Ate belum menetapkan peraturan desa tentang perberlakuan tarif berkunjung ke Kampung Ratenggaro, Sumba Barat Daya.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 8 Oktober 2018, Taurus, Leo Dan Aries Romantis, Cancer Beri Ruang Khusus

Baca: Polres Sikka Himpun Bantuan Bagi Korban Gempa Palu

Baca: Ikuti Tips Praktis Dewi Sandra Saat Bepergian

Kepala Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya menyampaikan hal itu di Kampung Ratenggaro, SBD, Minggu (7/10/2018) siang.

Menurutnya, saat ini, pemerintah desa baru saja mengadakan pertemuan terbatas dengan segenap elemen masyarakat Desa Maliti Bondo Ate untuk membicarakan hal tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat berlangsung pertemuan lagi sehingga perdes dapat ditetapkan.

Dengan demikian, rakyat desa dapat mengelolah kampung wisata Ratenggaro dan pantai Ratenggaro dengan baik. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved