Berita Kabupaten Belu Terkini

Mendikbud Berharap Festival Fulan Fehan Terus Dilaksanakan

Kemendikbud mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar Festival Fulan Fehan harus terus dilaksanakan setiap tahun.

Mendikbud Berharap Festival Fulan Fehan Terus Dilaksanakan
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Penari Festival Fulan Fehan, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Sabtu (6/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar Festival Fulan Fehan harus terus dilaksanakan setiap tahun. Kemendikbud siap mendukung Festival Fulan Fehan di tahun-tahun mendatang.

Dukungan terhadap Festival Fulan Fehan tidak hanya dari Kemendikbud sendiri tetapi juga dari Kementerian Pariwisata, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudaya serta Pusat Ekonomi Kreatif (Pekraf).

Hal ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sri Hartini dalam sambutannya saat Festival Fulan Fehan, Sabtu (6/10/2018).

Baca: 259 Juta Orang Meninggal Gara-gara Selfie

Menurut Sri Hartini, Festival Fulan Fehan harus terus dilakukan setiap tahun karena festival ini sesungguhnya sebuah ketahanan budaya di daerah perbatasan. Peningkatan ketahanan budaya dari daerah yang jauh dari Ibukota harus dijaga dan dilestarikan.

Baca: Pagi ini 4 Kali Gempa Bumi Guncang NTT, Terjadi di 3 Kabupaten Ini

Selain itu, Festival Fulan Fehan juga sebagai kontribusi masyarakat Kabupaten Belu terhadap kebudayaan dalam rangka peradaban dunia.

Menurut Sri Hartini, Kemendikbud bersama Kementerian Pariwisata, Pusat Ekonomi Kreatif dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudaya siap mendukung Festival Fulan Fehan. Khusus untuk Kemendikbud, tahun 2019 memiliki dana alokasi khusus (DAK) kebudayaan. Syaratnya, pemerintah kabupaten/kota harus menyelesasikan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang berisi inventarisasi obyek pemajuan kebudayaan. Lewat dana ini bisa membantu pemerintah kabupaten/kota dalam membangun taman budaya dan museum.

Sri Hartini mengaku senang karena Bupati Belu bersama jajarannya telah menampilkan ritual adat saat menyambut para tamu dan sebelum Festival Fulan Fehan dimulai.

Hal ini menunjukkan, pemerintah telah menampilkan peranan penting Mako'an (pemuka adat) sebagai juru kunci tatanan pengetahuan budaya kepada generasi muda. Pemerintah memilih penutur budaya yang baik, pencerita sastra yang baik dan tepat serta pembawa mantra dan doa yang terpercaya.

Hal ini merupakan satu dari 10 unsur budaya yang diatur dalam  UU nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yakni Ritus. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved