Berita Lembata

Kapal Pelni Angkut Bantuan dari Lembata! Untuk Korban Bencana di Palu

PT Pelni Cabang Lewoleba bersedia mengangkut bantuan kemanusiaan dari Lembata untuk korban bencana alam di Palu, Donggala dan Sigi.

Kapal Pelni Angkut Bantuan dari Lembata!  Untuk Korban Bencana di Palu
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
MASJID WANGATOA -- Pengurus FLPP sedang mengepak barang bantuan untuk korban bencana Palu di Masjid Besar Yam, Nur Salam Wangatoa, Minggu (7/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Manajemen PT Pelni Cabang Lewoleba, Lembata, telah bersedia mengangkut bantuan kemanusiaan dari Lembata untuk korban bencana alam di Palu, Donggala dan Sigi. Sejumlah warga yang terhimpun dalam Forum Lembata Peduli Palu (FLPP) kini sedang mengepak bahan bantuan tersebut.

"Sekarang ini kami sedang mengepak bahan bantuan itu. Pengepakan harus dilakukan karena besok sore, bantuan kemanusiaan itu harus diangkut dengan kapal pelni menuju pelabuhan toli-toli," ujar Koordinator FLPP Mustan Boli di Lewoleba, Minggu (7/10/2018).

Saat ditemui, Mustan sedang bersama sejumlah pegiat kemanusiaan yang terhimpun dalam FLPP di Masjid Besar Yam Nur Salam Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca: 50 Desa di Nagekeo Alami Defisit Pangan! Kondisi Mengarah Rawan Pangan

Dikatakannya, saat FLPP menggalang bantuan kemanusiaan, pihaknya lantas membangun komunikasi dengan manajemen PT Pelni Cabang Lewoleba. Dari komunikasi tersebut PT Pelni Cabang Lewoleba menyatakan kesediaan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan tersebut untuk sesama korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi.

Sesuai jadwal kapal Pelni, lanjut Mustan, pelayaran untuk rute Pelabuhan Lewoleba- Pelabuhan Toli-Toli terjadi pada Senin (8/10/2018) petang. Untuk itulah pengepakkan bahan bantuan kemanusiaan itu harus dilakukkan Minggu sehingga hari besok sore, sudah dibawa ke Pelabuhan Lewoleba.

Adapun jenis bantuan yang didonasikan sesama warga di Lembata untuk korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi, yakni pakaian mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Bantuan itu mulai dari pakaian dalam dan aneka kebutuhan lainnya wanita. Ada juga gula pasir dan lainnya.

"Bantuan yang diberikan sesama warga di Lembata, kami salurkan semuanya. Makanya pengepakan semua barang itu sedsng dilakukan," ungkap Mustan.

Tentang donasi berupa uang, lanjut dia, pada hari pertama penggalangan dana dilakukan Sabtu (6/10/2018), total uang yang dihimpun senilai Rp 19 juta lebih. Bantuan yang disalurkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Rp 3 juta dan lainnya dari paguyuban Adonara dan Solor serta lainnya.

Donasi itu terus bertambah. Sampai Minggu (7/10/2018) siang, bantuan dana yang dhimpun FLPP telah mencapai Rp 24.031.500. Sementara bantuan dari paguyuban Jawa di Lewoleba senilai Rp 9 juta.

"Ada juga bantuan yang dibawa dari Kedang. Kami belum tahu seperti apa bantuan yang diulurkan tapi sesama warga di Kedang juga memberikan sumbangan untuk.para korban," ungkap Mustan yang juga Kepala Bidang (Kabid) Mutasi pada Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Lembata. (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved