Berita Kota Kupang

Antibiotika Dilarang untuk Memacu Pertumbuhan Hewan

sejak 1 Januari 2018 tidak boleh gunakan antibiotika dan dilarang digunakan memacu pertumbuhan. di situ dikatakan hanya boleh

POS KUPANG.COM/GECIO VIONA
Suasana Studium Generale (Kuliah Umum) yang dilaksanakan di Aula Rektoran Lama Penfui, Kota Kupang, Sabtu (6/10/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Jadi sejak tanggal 1 Januari 2018 tidak boleh menggunakan antibiotika dilarang untuk digunakan untuk memacu pertimbuhan. jadi di situ dikatakan hanya boleh digunakan untuk tujuan terapi dengan lama waktu paling lama tujuh hari dan harus dibawah pengawasan dan dengan resep dari dokter hewan,"

Demikian yang disampaikan Drh Ni Made Ria Isriyanthy.,Ph.D ristiani Kasubdin pengawasan hewan direktorat kesehatan hewan Kementan RI yang membawakan materi dengan topik tentang Kebijakan Pengawasan Peredaran Dan Pengunaan Obat Hewan Di Indonesia dalam Studium Generale (Kuliah Umum) yang dilaksanakan di Aula Rektoran Lama Penfui, Kota Kupang, Sabtu (6/10/2018)

dijelaskannya, payung hukum dalam hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi obat hewan yang merupakan turunan dari UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakam dan kesehatan hewan.

Baca: Pos Satgas Yonif 743/PSY Menolong Warga yang Menderita Tumor

Ia menambahkan, penggunaan antibiotik hanya diperbolehkan untuk kepentingan terapi akan tetapi dibawah kontrol dan pengawasan dari dokter hewan yang secara cermat mengatur takaran antibiotik sesuai kebutuhan dan dosisnya.

ia juga menjelaskan terdapat sanksi kurungan paling cepat tiga bulan dan palimg lama sembilan bulan serta denda paling sedikit Rp 75 juta yang termakhtub dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 14 Tahun 2017.

selain itu, pihaknya juga pada tahun 2017 telah melakukan survey penggunaan antibiotik pada ternak ayam broiler di tiga provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Baca: PSN Ngada-NTT Imbangi Perslotim, Lombok Timur-NTB

"Hasil yang kita dapatkan untuk memacu pertumbuhan 0.3 persen masih menggunakan antibiotika untuk pencegahan sampai 81.4 persen dan itu besar sekal," katanya.

dikatakannya, antibiotik yang sering digunakan ialah enrofloxacine, amoxilin + colisyin, sulfadiazine + trimetrophin, doxycycline dan Cyprofloxacine + tylosin.

ia melanjutkan, solusi yang diberikan oleh pemerintah saat melarang AGB (Antibiotik Grow Promote) adalah penggunaan alternatif AGB lainnya yang telah terdaftar dan ramah lingkungan berupa probiotik, prebiotik, jamu dan enzim.

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved