Berita Nasional

Tiga Buronan kasus Pembunuhan Ditangkap Polisi! Ini Aksi yang Mereka Lakukan

Anggota Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan menangkap tiga buronan kasus pembunuhan

Tiga Buronan kasus Pembunuhan Ditangkap Polisi! Ini Aksi yang Mereka Lakukan
The Sun
Ilustrasi: Pisau menancap

POS KUPANG.COM -  Anggota Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan berhasil menangkap tiga buronan dari kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Sulawesi, Gang Maluku, Kelurahan Pasar Lama pada Kamis (27/9) lalu.

"Ketiga pelaku berhasil ditangkap pada Senin (1/10) di tempat persembuyiannya di kawasan Tatah Makmur, Kecamatan Banjarmasin Selatan," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi di Banjarmasin, Rabu.

Baca: Bupati Meminta Warganya Agar Menjauhi Gunung Soputan

Baca: Pemkab Manggarai Barat Lelang Jabatan! Saat ini Masuk Tahapan Ujian Kompetensi Bidang

Dikatakannya, para tersangka pun dihadirkan saat ekspose ke media di Polresta Banjarmasin, para pelaku di antaranya berinisial HE (34), HN (26) dan MT (34).

Adapun barang bukti yang disita dari pelaku berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit yang digunakan untuk melalukan penganiayaan terhadap korban bernama Faris (35) hingga meregang nyawa.

Ade juga mengungkapkan, peristiwa pembunuhan itu bermula ketika ketiga tersangka mendatangi korban yang sedang berada di sebuah warung internet (warnet) di tempat kejadian.

"Sempat terjadi pertengkaran hingga terjadilah penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Setelah korbannya jatuh, para pelaku melarikan diri dan buron," papar Ade didampingi Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah Ipda Pol Arya Widjaya.

Terus dikatakannya, korban yang sempat dibawa ke rumah sakit akhirnya tak bisa tertolong lantaran meninggal dunia akibat luka tusuk di sekujur tubuh.

Untuk di antaranya luka tusuk di dada sebelah kiri, luka tusuk di punggung sebelah kanan dan luka iris di lengan bawah sebelah kiri.

"Motifnya sendiri dendam lama antar korban dan para pelaku. Oleh penyidik, tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHPidana tentang Pengeroyokan yang menyebabkan matinya orang dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun," tukas alumni Akpol 2006 itu (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved