Berita Kabupaten Belu Terkini

Menteri Pariwisata Minta Pemkab Belu Kembangkan Wisata Perbatasan

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meminta Pemerintah Kabupaten Belu agar mengembangkan pariwisata perbatasan (border tourism).

Menteri Pariwisata Minta Pemkab Belu Kembangkan Wisata Perbatasan
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya bersama Bupati Belu dan pejabat lainnya foto bersama di PLBN Motaain, Kamis (4/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya meminta Pemerintah Kabupaten Belu agar mengembangkan pariwisata perbatasan (border tourism).

Potensi pariwisata perbatasan sudah ada di Kabupaten Belu seperti PLBN Motaain yang sangat megah. Tinggal ditambahkan lagi dengan atraksi-atraksi yang menambah daya tarik wisatawan.

"PLBN Motain cukup megah dan bisa dijadikan destinasi wisata. Wisata perbatasan atau border tourism," kata Menpar Arief Yahwa kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di PLBN Motain Kabupaten Belu, Kamis (4/10/2018).

Baca: PAN Usulkan Ferry Koban Di-PAW-kan

Menurut Menteri Arief, untuk pengembangan pariwisata perbatasan, perlu dilihat akses yang bisa menarik simpati wisatawan mancanegara (wisman). Salah satunya, melakukan atraksi terus menerus sehingga memantik rasa simpati wisatawan untuk berkunjung.

Untuk mendukung pariwisata perbatasan, di PLBN Motaain perlu dibangun pasar dengan menyediakan barang-barang serba lengkap. Harga barang jangan mahal-mahal karena tujuannya untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisman dari Timor Leste.

Baca: Debora Kana Hau Raih Hadiah Utama Panen Hadiah Simpedes Periode I Tahun 2018

Menurut Menteri Arief, pasar menjadi salah satu akses untuk menjual pariwisata perbatasan selain atraksi atau event. Direncanakan, empat atraksi akan diselenggarakan di Belu yang dilakukan pada akhir pekan.

Menurut Menpar, border tourism mampu mendatangkan jumlah wisman lebih banyak sebagaimana terjadi di negara-negara lain. Pariwisata di negara lain berkembang pesat, karena salah satu yang dikembangkan adalah wisata perbatasan.

Berkaitan dengan wisata perbatasan, jalur yang perlu digunakan yakni jalur darat karena jumlah wisman yang berkunjung dalam jumlah banyak. Berbeda dengan
jalur laut. Wisman yang berkunjung ke destinasi wisata melalui jalur laut biasanya tidak banyak. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved