Berita Kabupaten Malaka
DPRD Malaka Gelar Sidang KUA PPAS Perubahan
DPRD Kabupaten Malaka menggelar sidang pembukaan II dengan agenda pembahasan KUA PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUOANG.COM, Teni Jenahas
POS KUPANG.COM, BETUN---Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka menggelar sidang pembukaan II dengan agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018.
Sidang berlangsung di ruang sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malaka, Selasa (2/10/2018) malam. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, didampingi Wakil Ketua, Devi Ndolu dan dihadiri para anggota DPRD.
Baca: BKD Manggarai Barat Mulai Terima Berkas Pendaftaran Calon Peserta Tes CPNS
Baca: Disnaker Ende Terbitkan 2.614 Kartu Kuning bagi Pencari Kerja
Dari pemerintah dihadiri, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Sekda Malaka, Donatuss Bere dan para pimpinan OPD.
Baca: Kementerian PUPR Fokus Evakuasi Korban! Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi, Pembersihan Kota
Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran dalam pidatonya mengharapkan kepada anggota DPRD agar sidang pembahasan KUA-PPAS perubahan tahun 2018 dapat berjalan sesuai rencana.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam pidatonya mengatakan, pemerintah mengharapkan agar DPRD bisa mempelajari dan membahas dokumen anggaran secara teliti dan cermat
terkait progaram prioritas Pemerintah Daerah.
"Saya mengharapkan anggota DPRD harus teliti baik-baik dan baca dengan tuntas. Jangan baca sepotong sepotong. Perlu ingat bahwa program prioritas ini kita susun bersama, kita bersam mengawal. Program ini untuk kepentingan rakyat bukan pribadi maupun golongan," kata Bupati Stef.
Menurut Bupati Stef, semua program yang dibuat itu memiliki tujuan yang baik demi kebaikan rakyat. Kegagalan yang terjadi harus sama-sama mencari solusi bukan saling mencari kesalahan.
Pemerintah daerah dalam melaksanakan pekerjaanya akan merasa terganggu jika tidak ada dukungan dari DPRD. Untuk itu, pemerintah mengajak DPRD untuk bersatu dan bergandengan tangan mengurus kepentingan rakyat.
Bupati Stef memberikan contoh bahwa akhir-akhir ini diributkan soal produksi bawang merah yang hasilnya berlimpah. Kondisi ini sebenarnya sebuah perubahan dan hasil dari program pembangunan. Sebab sebelumnya di Malaka tidak ada produksi bawang merah.
"Kalau kita cerdas harusya yang dipersolkan itu bukan bawang berlimpah tapi kenapan baru dua tahun terakhir ini bawang di tanah malaka banyak. Dulu bawang hampir tidak ada," kata Bupati Stef. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dprd-malaka_20181003_110242.jpg)