Berita Flores Timur

Guru SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng Flotim Ini Ciptakan Mesin Pengawet Tanpa Listrik

Guru Fisika SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng, Flores Timur, ini menghasilkan inovasi teknologi mesin pengawet makanan tanpa listrik.

Guru SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng Flotim Ini Ciptakan Mesin Pengawet Tanpa Listrik
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Damsianus Tukan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Damsianus Sepulo Tukan, S.Pd, guru Fisika pada Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Sanctissima Trinitas Hokeng, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, ini menghasilkan inovasi teknologi mesin pengawet makanan tanpa listrik.

Mesin pengawet tanpa listrik ini semuanya berbahan lokal yakni Bambu yang dirancang khusus untuk mengawetkan makanan.

"Dalam ujicoca saya, maksimal sampai 21 hari makanan seperti ikan bisa awet," kata Damsianus Tukan kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (2/10/2018).

Baca: Gempa Sumba Tak Berpotensi Tsunami, Ini Fakta-Faktanya!

Baca: Kapal Karam Angkut Pakaian Rombengan Bawa Rezeki untuk Warga Nebe

Sekretaris Ikatan Guru Indonesia Cabang Flores Timur ini menceritakan inspirasi awal ia menciptakan teknologi pengawet makanan, sebagai alternatif penggunaan mesin kulkas itu.

Ia menceritakan inspirasi itu lahir dari kebiasaan orangtuanya Benediktus Muda Tukan dan Agnes Padensia yang menyimpan ikan di dalam wadah bambu. Ikan itu berminggu-minggu tidak rusak.

Baca: GMNI Makassar Sediakan Tempat Penampungan Korban Gempa Palu dan Donggala

Orang tua memberikan satu syarat saja, kata Damsianus Tukan ketika mengambil makanan dari dalam wadah bambu itu, sesegera mungkin wadah itu ditutup rapat agar tidak terpapar udara luar.

Ternyata, jelas Damsianus Tukan, cara sederhana itu secara ilmiah bisa dijelaskan. Dengan menutup rapat wadah tersebut, ia dapat mempertahankan kelembaban di dalam bambu.

Hasil kajian Damsianus Tukan kemudian dituangkannya dalam bentuk buku dengan judul," Mesin Pengawet Tanpa Listrik".

Ketika ide sederhana itu disharingkannya dengan teman-teman IGI dari seluruh nusantara, kata Damsianus Tukan, ternyata sambutan mereka luar biasa.

"Mereka semua mendorong saya menulis buku itu," kata Damsianus Tukan.

Teknologi inovasi guru kampung ini pun dipresentasikan di forum nasional IGI di Jakarta dan sangat mengagumkan karena karya itu mendapat penghargaan dari IGI Pusat. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved