Berita NTT Terkini

Dua Bulan Terakhir NTT Sudah 20 Kali Diguncang Gempa

Dalam dua bulan terakhir ini, di tahun 2018, NTT sudah 20 kali diguncang gempa bumi.

Dua Bulan Terakhir NTT Sudah 20 Kali Diguncang Gempa
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi gempa bumi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam dua bulan terakhir ini, di tahun 2018, NTT sudah 20 kali diguncang gempa bumi.

Berdasarkan catatan BMKG Provinsi Nusa Tenggara Timur, diketahui tiga wilayah yang diguncang gempa dengan magnitudo antara lain Kupang, TTU dan Sumba Timur.

Pada 28 Agustus 2018 terjadi tiga kali gempa wilayah Kupang, dengan kedalaman masing-masing 10 km dan magnitudo, gempa pertama 5,1, kedua 5,8 dan ketiga 6,1.

Baca: Andre Koreh dan Jimmi Sianto Dukung NTT Jadi Tuan Rumah PON 2028

Pada Senin, 1/10/2018 terjadi satu kali di kabulkan Timor Tengah Utara dengan kedalaman 16 km dan magnitudo 5,0.

Pada Selasa, 2 Oktober 2018, terjadi 16 kali gempa 16 kali gempa, dengan kedalaman 10 km.

Rinciannya 16 kali gempa sebagai berikut, gempa dengan magnitudo kurang dari 4 sebanyak 4 kali, magnitudo 5 sebanyak 7 kali, dan magnitudo lebih dari 5 sebanyak 5 kali.

Baca: Bupati Ray Bangga Mgr. Paulinus Ditahbiskan Menjadi Uskup Tanjung Selor

Menurut penjelasan Sholakhudin, Kasie Data dan Informasi BMKG Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjelaskan, Wilayah NTT memang memiliki tingkat kegempaan yang cukup tinggi.

"Wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya merupakan bagian dari kerangka sistem tektonik Indonesia," ungkapnya.

NTT dan sekitarnya, kata dia, termasuk dalam jalur Pegunungan Mediteranian (TransAsiatic) dan berada pada zona pertemuan lempeng.

Pertemuan kedua lempeng ini bersifat konvergen, dimana keduanya bertumbukan dan salah satunya, yaitu lempeng Indo-Australia, menyusup ke dalam lempeng Eurasia.

Batas pertemuan lempeng ini ditandai dengan adanya palung lautan (oceanic Trough), terbukti dengan ditemukanya palung disebelah selatan Pulau Timor yang dikenal dengan Timor through.

Ia mengatakan, NTT secara phisiografi, dibatasi oleh bagian barat Nusa Tenggara barat, di bagian timur oleh Busur Banda dan di bagian utara oleh Laut Flores dan di bagian selatan oleh Samudera Hindia. Secara tektonik, rangkaian gunung ini akibat subduksi lempeng indo-australia terhadap busur banda.

Pergerakan lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia mengakibatkan daerah-daerah di NTT memiliki tingkat kegempaan yang cukup tinggi. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved