Berita Pendidikan

SMA Kristen Weekarou Kembangkan Kreativitas Siswa, Ini Yang Dilakukan

Para siswa di Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Kristen Weekarou, Kabupaten Sumba Barat belajar tarian khas Sumba.

SMA Kristen Weekarou Kembangkan Kreativitas Siswa, Ini Yang Dilakukan
Petrus Piter

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Para siswa di Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Kristen Weekarou, Kabupaten Sumba Barat belajar tarian khas Sumba. Hal itu dilakukan untuk menanamkan budaya kepada generasi muda untuk mengenal asal-usul dan budaya daerahnya.

Guru SMAS Kristen Weekarou, Melkianus Taka Dewa, S.Pd, kepada Pos Kupang, Sabtu (29/9/2018), mengatakan, para siswa di SMAS Weekarou tidak hanya belajar tentang mata pelajaran di kelas, tetapi juga harus belajar mengembangkan kreativitas siswa dengan menyertakan siswa siswi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Menurut Melkianus, beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di sekolah tersebut adalah menari, olahraga dan kegiatan pramuka.

Baca: Live MNCTV, Piala AFF U-16 2018 Timnas U-16 Indonesia v Australia Berlangsung Nanti Malam

Melkianus mengatakan, ada dua tarian khas Sumba Barat yang diajarkan kepada anak-anak, yakni Tarian Woleka dan Tarian Kataga.

Dua tarian tersebut, kata Melkianus, merupakan tarian khas warisan leluhur yang selama ini dipelajari siswa siswi SMA Swasta Weekarou. Dua tarian tersebut sangat populer di kalangan masyarakat Sumba Barat terutama saat menyambut tamu-tamu penting.

Melkianus menjelaskan, dalam perjalanannya agar terlihat lebih menarik dan tidak monoton gerakannya, terjadi kreasi gerakan hanya semata-mata menghimbur masyarakat atau tamu yang menyaksikannya.

Tarian Kataga, katanya, biasa dipentaskan saat menyambut kedatangan tamu, entah tamu lokal, nasional hingga tamu internasional.

Baca: Waow! Pengurus Orwama PNK Senang Ikut LKTD

"Khusus Tarian Kataga biasa ditarikan kaum laki-laki. Para penari lengkap berpakaian adat khas Sumba Barat, tangan kanan memegang parang, tangan kiri memegang alat penangkis (perisai) dan hentakan kaki serentak mengikuti irama musik gong seakan-akan siap berperang menghadapi musuh di depannya," ujar Melkianus.

Sementara Tarian Woleka, lanjut Melkianus, ditarikan kaum perempuan saat menjemput tamu juga mengisi acara tertentu. Tarian Woleka lebih mencerminkan penghiburan bagi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Petrus Piter
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved