Berita Lembata

Festival 3 Gunung Jadi Even Tahunan! Gubernur NTT Mendukung Penuh

Festival 3 Gunung di Kabupaten Lembata yang baru berakhir Sabtu, 29 September 2018, akan menjadi iven tahunan. Tahun depan,

Festival 3 Gunung Jadi Even Tahunan! Gubernur NTT Mendukung Penuh
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
KONTINGEN ALOR --- Kontingen Alor yang tampil dengan pakaian dari kulit kayu saat NTT Fashiin Carnaval di Lewoleba, Selasa (25/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Festival 3 Gunung di Kabupaten Lembata yang baru berakhir Sabtu, 29 September 2018, akan menjadi event tahunan. Tahun depan, kegiatan ini diselenggarakan lagi tentunya harus lebih meriah dibanding tahun ini.

Demikian Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di Lewoleba, Senin (1/10/2018). Bupati Sunur mengatakan itu terkait Festival 3 Gunung yang baru saja usai pada Sabtu (29/9/2018). Festival itu berakhir setelah berlangsung selama seminggu berturut-turut.

Festival itu merupakan puncak dari sejumlah festival, seperti Festival Budaya Lamaholot, Festival Literasi, Festival Nuhanera dan aneka kegiatan lainnya.

Pasca Festival 3 Gunung itu akan diselenggarakan lagi Festival Uyelewun yang rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Semua festival itu diselenggarakan dalam rangka mempromosikan potensi Lembata ke seluruh dunia.

Bupati Sunur mengatakan, Festival 3 Gunung tersebut merupakan event yang dirancang untuk memayungi festival lain yang dilangsungkan di Kabupaten Lembata. Olehnya selama Festival 3 Gunung tersebut, terselenggara, pula Festival Budaya Lamaholot yang diikuti oleh Kabupaten Alor dan Flores Timur (Flotim).

Festival 3 Gunung itu diawali dengan NTT Fashion Carnaval yang diikuti ribuan peserta. Karnaval itu diikuti pula oleh sejumlah peguyuban dan dimeriahkan dengan drumband dan marching band dari sekolah-sekolah di Lewoleba.

Ketika mengikuti NTT Fashion Carnaval, kontingen dari Alor tampil dengan pakaian yang terbuat dari kulit kayu. Penampilan itu menarik perhatian banyak orang karena pakaian dari kulit kayu itu tampak unik namun terlihat nyaman saat dikenakan.

Untuk diketahui, Festival Budaya Lamaholot terlahir untuk mempererat hubungan kelamaholotan antara Lembata, Alor dan Flores Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, festival ini diselenggarakan secara bergilir dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya.

Atas rencana Festival 3 Gunung sebagai iven tahunan, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan mendukung penuh rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata itu.

Apalagi Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur juga telah melempar gagasan untuk dibentuk klaster wisata utara-utara NTT. Klaster utara-utara itu bertujuan memacu pertumbuhan daerah sekaligus mempromosikan semua potensi wisata di daerah ini.

Atas gagasan Bupati Sunur itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyetujuinya. Ia bahkan menyebutkan bahwa klaster wisata utara-utara itu sebagai ring of beauty NTT. "Lembata, Alor, Belu, Malaka, Kupang dan Kota Kupang itu sebagai ring of beauty NTT," ujar Gubernur Viktor.

Dikatakannya, bila Festival 3 Gunung di Lembata sebagai event tahunan, maka pada tahun 2019 mendatang, acara tersebut pasti berlangsung lebih meriah. Pasalnya, kegiatan itu akan diikuti lebih banyak peserta. Dan, pihaknya akan mendukung penuh kegiatan tersebut.

"Sebagai Gubernur NTT, saya pasti mendukung Festival 3 Gunung di Kabupaten Lembata ini. Tahun depan, kegiatan ini harus kita buatkan lebih meriah lagi dari kemeriahan yang terjadi saat ini," ujar Gubernur Viktor. (*)

Paguyuban Toraja tampil saat NTT Fashion Carnaval di Lewoleba, Selasa (25/9/2018) petang.
Paguyuban Toraja tampil saat NTT Fashion Carnaval di Lewoleba, Selasa (25/9/2018) petang. (POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN)
Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved