Berita Kota Kupang

Disebut Bapak Koridor Kota! Ini Penjelasan Devy

untuk kolam air mancur, sudah sampai di tahap dinding dan dasar kolam,dan mulai masuk pengerjaan jalan baru.

Disebut Bapak Koridor Kota! Ini Penjelasan Devy
POS KUPNG.COM/YENI RACHMAWATI
KORIDOR V -- Pengerjaan Koridor V Bundaran Tirosa capai 6,1 persen. Gambar diambil, Senin (1/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Devi Loak, kerap kali disebut dengan Bapak Koridor. Karena adanya pembangunan Koridor V di wilayah bundaran PU dengan anggaran Rp 7,9 miliar.

Devy kepada Pos Kupang di Hotel Maya, Senin (1/10/2018), menjelaskan progres pembangunan Koridor V di Bundaran Tirosa sudah mencapai 6,1 persen, yang meliputi pekerjaan pompa air dan pekerjaan-pekerjaan awal pedestrian serta kolam air mancur.

Baca: Kantor Walikota Kupang Diberi Nama Mesakh Amalo

Baca: Pemerintah Tidak Tetapkan Gempa-Tsunami Palu Adalah Bencana Nasional! Ini Pertimbangnya

Devy mengatakan untuk kolam air mancur, sudah sampai di tahap dinding dan dasar kolam,dan mulai masuk pengerjaan jalan baru.

"Memang ada kegiatan-kegiatan yang harus diselesaikan pihak terkait, yaitu lampu-lampu jalan, pipa-pipa air," katanya.

Kata Devy, Dinas PUPR sudah berkoordinasi dengan Bagian Umum untuk pemindahan tiang lampu. Sementara untuk pipa air PDAM berkoordinasi dengan PDAM, sehingga sudah dikerjakan saatnya.

Dijelaskannya, jika pengerjaan jalan dan kolam selesai, maka progresnya sudah mencapai 47 persen.

"Jadi kita upayakan semua proses berjalan dengan lancar, dan agar bisa selesai tepat waktu. Saya sendiri setiap hari selalu melihat langsung dilokasi dan berkoordinasi terus," tuturnya.

Jika pekerjaan kolam dan jalan selesai, maka akan dilanjutkan dengan pedestrian, yang memang cukup banyak pekerjaannya.

Sedangkan untuk tanaman luar yang akan ditanam, lanjutnya, sudah dalam proses pengiriman ke Kupang. Memang butuh penyesuaian, agar akar-akar tanaman itu bisa sisesuaikan dari wilayah dimana tanaman itu diambil, dengan kondisi di Kota Kupang.

Jadi, kata Devi, ketika tanaman itu sampai, akan ada tahapan penyesuaian. Mengecek kadar mineral dan Ph tanah, juga dicek material tanah dari tanaman itu diambil, kandungan mineralnya seperti apa. Agar bisa disesuaikan, sehingga tanaman itu bisa menyesuaikan dan bisa hidup di Kupang.

Tanaman yang akan ditanam yaitu Bismarsia atau tuak putih, jasmin, ketapang kencana, dan bintaro. Semua tanaman didatangkan dari Jakarta, Surabaya dan Malang, yang akan menyebar di seluruh bundaran. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved