Berita Kabupaten TTS

Bawaslu TTS Minta DKPP Tolak Dalil Pengadu

Bawaslu TTS (sebelumnya dengan sebutan Panwaslu) meminta majelis hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI agar menolak

Bawaslu TTS Minta DKPP Tolak Dalil Pengadu
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Majelis Hakim DKPP ‎sedang memeriksa bukti-bukti dalam sidang kode etik Pilkada TTS yang digelar DKPP RI di Aula KPU NTT, Senin (1/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG --- Bawaslu TTS (sebelumnya dengan sebutan Panwaslu) meminta majelis hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI agar menolak semua dalil dari pengadu.

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu TTS, Melky Fai dalam sidang kode etik yang digelar DKPP RI di Aula KPU NTT, Senin (1/10/2018).

Baca: Pagi Ini KPUD Flotim Launcing Gerakan Melindungi Hak Pilih Pemilu 2019

Sidang ini dipimpin Majelis Hakim, Alfitra Salam didamping anggota majelis lainnya.
Pengadu dalam kasus ini adalah Paket Obet Naitboho, Alex Kase yang diwakili Kuasa Hukumnya, Novan Manafe, S.H , Niko Ke Lomi,S.H. Teradu dalam hal ini KPU dan Panwaslu TTS.

Ketika diberi kesempatan menanggapi pokok persoalan yang diadukan, Ketua Bawaslu TTS, Melky Fai mengatakan, selaku teradu enam sampai delapan, maka pihaknya memohon majelis hakim DKPP RI untuk menolak semua dalil yang diajukan oleh pengadu.

Melky juga mengatakan, selaku teradu sebagai Bawaslu TTS, pihaknya tidak melanggar kode etik pelaksanaan pilkada di TTS.
"Namun, apabila majelis hakim memiliki pendapat lain,maka kam‎i mohon memberi putusan yang seadil-adilnya," kata Melky. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved