Berita Kota Kupang

Warga Bonipoi-Kupang Cegah Pergaulan Bebas Remaja

Warga Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama mensosialisasikan proses pergaulan bebas remaja. Sosialisasi ini dialkukan di Jalan

Warga Bonipoi-Kupang Cegah Pergaulan Bebas Remaja
POS KUPANG.COM/WIILI SUNI
SOSIALISASI - Warga, aparat keamanan, lurah dan sejumlah tokoh masyarakat Bonipoi sedang mengarahkan para remaja dan pemuda Bonipoi terkait resiko pergaulan bebas, di Jl Soeharto Bonipoi Kupang, Minggu (30/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Wili Suni

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Warga Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama mensosialisasikan proses pergaulan bebas remaja. Sosialisasi ini dialkukan di Jalan Soeharto Bonipoi, malam tadi, Sabtu (29/9/2018).

Warga yang terdiri dari Lurah Bonipoi, Ketua RW 006, Ketua RT 011 dan 012, para orangtua, tokoh masyarakat, pemuda, dan remaja ini duduk bersama dan membahas berbagai hal yang selama ini telah terjadi. Salah satu fokus pembicaraan mereka adalah tentang pergaulan bebas.

Warga Bonipoi menilai, bahwa akhir-akhir ini, sejumlah remaja yang merupakan penduduk Bonipoi sudah menjalani proses pergaulan bebas yang meresahkan masyarakat setempat.

Baca: Gubernur Sebut Bukit Cinta Seperti Surga

Baca: WOW! Sepeda Motor Meledak di Jalan Timor Raya

Salah satu tokoh masyarakat kelurahan Bonipoi yang dijumpai tadi sore, Minggu (30/9/2018), Bapak Meon Benu menyatakan, bahwa pada tiga malam lalu, Kamis (27/9/2018), sejumlah remaja berkumpul di pinggir Jalan Soeharto dan melakukan sejumlah aktivis yang tidak etis. Karena sangat menggangu kenyamanan, ketua RW 006 mendatangi titik kerumunan remaja dan menanyakan apa yang sedang mereka lakukan. Sontak, kerumunan remaja itu menjadi riuh berlari karena ketakutan.

"Kita baru mau bertanya dan belum sempat mendapatkan jawaban, anak-anak itu sudah berlari meninggalkan titik kumpul mereka. Kita jadi berpikir, apakah mungkin ada sesuatu yang tidak baik yang sedang mereka lakukan" ujar Bapak Meon.

"Ketika kejadian, ketua RW yang saat itu berhasil menahan seorang remaja tiba-tiba saja terlempar ke belakang karena sang remaja itu langsung memacu sepeda motornya. Ketua RW saat itu terlempar sangat jauh ke belakang dan menyebabkan dirinya mengalami luka ringan dan keseleo di otot tangan", lanjutnya.

Melihat kejadian itu, Meon Benu kemudian berteriak keras dan membuat warga berdatangan. Karena kejadian malam itu, warga dan aparat pemerintah setempat bersepakat mengadakan musyawarah bersama untuk mengambil tindakan yang sesuai.

Bapak Meon Benu kemudian menceritakan sebuah peristiwa yang menimpa salah satu warga Bonipoi pada bulan Desember lalu. Ketika itu, ada delapan pemuda remaja sedang duduk bersama seorang gadis muda.

Si gadis bersama kedelapan pemuda itu kemudian mabuk-mabukan dan ketika hendak ditegur oleh salah satu orangtua, para pemuda itu berusaha untuk mengeroyok orangtua tersebut. Karena takut, orangtua itu kemudian masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, para remaja itu mengancam akan membakar rumah warga atau orangtua itu.

Halaman
12
Penulis: Wilibrordus Kau Suni
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved