Berita Tsunami Palu

Tangis Keluarga Terima Kabar Islamiyah Sempat Minta Tolong Sebelum Meninggal Tertimpa Reruntuhan

Isak tangis keluarga Islamiyah, salah satu korban bencana gempa Donggala dan Palu, asal Kabupaten Majene Sulawesi Barat, pecah

Tangis Keluarga Terima Kabar Islamiyah Sempat Minta Tolong Sebelum Meninggal Tertimpa Reruntuhan
KOMPAS.Com
Isak tangis keluarga korban gempa Donggala dna Palu di majene, Sulawesi barat pecah saat mereka tahu kabar pasti kematian keluargaya pasca bencana di Palu, Jumat pekan lalu. 

POS-KUPANG.COM | MAJENE - Isak tangis keluarga Islamiyah, salah satu korban bencana gempa Donggala dan Palu, asal Kabupaten Majene Sulawesi Barat, pecah setelah mengetahui kabar kepastian bahwa Islamiyah telah meninggal.

Salah seorang keluarga yang menyampaikan kabar duka ini menceritakan, Islamiyah meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya.

Dia sempat meminta tolong, namun nyawanya tak bisa tertolong karena tak ada yang menolong.

Baca: Sambil Bawa Bantal, Arifin Cari Cucunya yang Hilang Pasca-tsunami Palu

"Dia sempat meminta tolong saat tertimpa reruntuhan bangunan, tapi warga Palu lainnya juga ditimpa musibah serupa."

"Masing-masing sedang brjuang menyelamatkan diri masing-masing di tengah kepanikan dan ketakutan," kata kerabat yang baru datang dari Palu, saat menceritakan kondisi Islamiyah.

Baca: 7 Atlet Paralayang yang Menginap di Hotel Roa Roa Belum Diketahui Nasibnya

Keluarga Islamiyah yang tinggal Dusun Tinambung, Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Majene, Sulawesi Barat, sempat kelimpungan mencari tahu kabarnya karena jaringan komunikasi yang terputus pasca-gempa di Donggala, Jumat 28 September 2018 petang.

"Keluarga sempat bingug karena sejak becana gempa Jumat petang, korban dan keluarganya sulit dihubungi. Untung ada kakak dari kalimantan yang dapat kabar dan memberitahu keluarga di Majene," kata Subhan, adik almarhumah Islamiyah, Minggu (30/9/2018).

Keluarga Islamiyah di Majene telah menyiapkan kedatangan jasad korban dari Palu. Pihak keluarga telag membangun tenda dan menyewa kursi untuk menerima tamu yang melayat.

Hingga Minggu siang, sanak sodara terus berdatangan ke rumah orangtuanya. Belum diketahui kapan jenazah Islamiyah akan tiba. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved