Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

98 Warga Nagekeo Terkena Filaria, Kecamatan Ini Paling Banyak

Data sejak tahun 2011 hingga 2018 di Nagekeo, jumlah penderita filiaria ada 98 orang.

98 Warga Nagekeo Terkena Filaria, Kecamatan Ini Paling Banyak
ISTIMEWA
Sekretaris Dinkes Nagekeo, Rufus Raga, S.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Data sejak tahun 2011 hingga 2018 di Nagekeo, jumlah penderita filiaria ada 98 orang.

Filaria merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

Cacing tersebut hidup dan berkembang di kelenjar getah bening terutama daerah pangkal paha dan ketiak serta kelenjar gentah bening lainnya.

Baca: GBI Jemaat Tiberias Tanah Merah Dapat Sumbangan Material Pembangunan Gereja

"Sampai saat ini jumlah penderita kronis filaria atau kaki gajah di Nagekeo sesuai data tahun 2011 setelah dilakukan pengambilan survey kasus kronis berjumlah 98 orang. Berasal dari Kecamatan Keo Tengah: 1 orang, Aesesa: 8 0rang, Boawae : 26 orang, Nangaroro: 41 orang, Wolowae: 18 orang dan Aesesa Selatan : 3 orang. Dan yang telah meninggal 1 orang dari kecamatan Aesesa Selatan," papar Sekretaris Dinkes Nagekeo, Rufus Raga, S.Si, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (30/9/2018).

Baca: Cerita Yusuf Korban Selamat Gempa: Saya Tidak Bisa Menyelamatkan Istri dan Dua Anakku.

Rufus menjelaskan untuk mengatasi dan mencegah penyakit filariasis ini, pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat usia 2 - 70 tahun untuk meminum obat Pencegahan Filariasis selama 5 tahun berturut-turut dan dilaksanakan serentak pada bulan Oktober setiap tahun.

"Di Nagekeo diulang pelaksanaan minum obat karena tidak mencapai target sasaran : 80 %. Saat ini masuk pada tahun kedelapan dan wajib mencapai sasaran 85 %. Jumlah sasaran usia 2 - 70 tahun sebanyak 116.860 orang yang terdiri dari Puskesmas Mauponggo : 21.393, Maunori: 11.170. Nangaroro : 13.246, Kaburea: 4.441, Jawakisa: 5.128, Danga: 35.190 dan Puskesmas Boawae: 26.292 orang," ujar Rufus.

Rufus memaparkan pada tahap awal gejala yang muncul yaitu demam berulang-ulang selama 3 - 5 hari dan dapat hilang bila penderita istirahat serta akan muncul lagi jika penderita bekerja berat; pembengkakan kelenjar getah bening sehingga terlihat bengkak di daerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit; Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.

"Banyak penderita kaki gajah / filaria tidak menunjukan gejala sama sekali tetapi dalam tubuhnya terdapat cacing filaria. Tahap lanjut, kronis yaitu pembesaran menetap pada tungkai, lengan, payudara, kantong buah zakar dan alat kelamin wanita. Seseorang dapat tertular filariasi apabila orang tersebut mendapat gigitan nyamuk infektif yang sebelumnya nyamuk tersebut menghisap darah orang yang mengandung anak cacing atau mikrofilaria," papar Rufus.

Ia mengajak agar masyarakat Nagakeo datang ke Pusat Pelayanan terdekat untuk mendapatkan obat filariasis.

"Masyarakat diharapkan untuk wajib minum obat filariasis langsung di depan petugas dan proaktif untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan sesama dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari gigitan nyamuk menggunakan kelambu, menutup ventilasi rumah dengan kawat kasa, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar," papar Rufus.

Ia mengajak masyarakat agar tidak boleh menghindar saat pembagian obat filariasis.

"Pada saat jadwal pembagian obat di masing-masing Pos Minum Obat, masyarakat dihimbau untuk makan kenyang dan membawa air minum. Obat Albendazole dan Diethylcarbamazine. Untuk obat pencegahan Filariasis tersedia dan terdistribusi ke masing-masing Puskesmas," jelas Rufus. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved