Berita Regional Terkini

11 Pasangan Mesum Digerebek Satpol PP, Pemilik Kos Kaget

Sebelas pasangan mesum digerebek petugas Satuan Polisi Pamong Praja, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2018) dini hari.

11 Pasangan Mesum Digerebek Satpol PP, Pemilik Kos Kaget
KOMPAS.com/Cynthia Lova
Saat Satpol PP lakukan pendataan dan tes urine di Kosan Rahayu Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | DEPOK - Sebelas pasangan mesum digerebek petugas Satuan Polisi Pamong Praja, Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2018) dini hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Depok, Yayan menyampaikan, tujuh pasangan gelap ditemukan di salah satu tempat penginapan di Sukmajaya dan empat pasangan gelap digerebek di indekos kawasan Kelapa Dua, Depok.

"Di kosan Kelapa Dua ini kami menemukan empat laki-laki main ke indekos khusus putri dan tujuh pasangan laki-laki dan perempuan ditemukan di penginapan kawasan Sukmajaya alamat KTP-nya tidak satu alamat," ucap Yayan saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Baca: Aegela akan Dijadikan Zona Ekonomi Kreatif

Yayan bercerita, saat diperiksa, pemilik indekos marah-marah karena mengetahui bahwa ada laki-laki yang masuk kamar indekos khusus putri tersebut.

"Pemilik kos di Kelapa Dua ini langsung menampar penghuninya dan mengusir mereka yang ketahuan bersama laki-laki di dalam kamar kos," ucap Yayan.

Baca: Napi di Rutan Donggala Mengaku Diizinkan Cari Keluarga Korban Gempa, tetapi Wajib Lapor

Operasi bersinar ini dilakukan petugas gabungan Satpol PP Depok, BNN Depok, TNI, Polri, dan Imigrasi berdasarkan laporan masyarakat yang mengeluhkan maraknya praktik asusila di sejumlah indekos kawasan itu.

Dalam razia itu, petugas Satpol PP Depok mendapati beberapa indekos kerap dijadikan tempat mesum. Kerap ditemukan pasangan muda yang tidur sekamar. Kebanyakan dari mereka berstatus mahasiswa.

Ada juga pasangan bukan suami istri tepergok petugas sedang berdua-duaan di dalam kamar gelap.

Sebelas pasangan ini kemudian didata petugas Satpol PP Depok dan langsung dites urine. Yayan mengatakan, pihaknya masih menyita kartu identitas dan hasil tes urine milik sebelas pasangan gelap untuk menulusuri lebih lanjut kasus ini.

"Kami meminta mereka ke kantor untuk di BAP agar kita lihat hasil tes urinenya. Untuk lakukan pemeriksaan lebih lanjut kami juga minta mereka membawa kartu keluarga dan orangtua mereka masing-masing," ucap Yayan.

Yayan menegaskan, pihaknya akan terus menggencarkan razia kamar kos-kosan yang penghuninya diduga kerap melakukan perbuatan asusila.

"Petugas banyak mendapatkan laporan warga, banyak tempat kos-kosan di Kelapa Dua dan Cimanggis yang kerap dijadikan ajang tempat mesum oleh para penghuninya. Dan kita akan terus gencarakan razia untuk meminimalisir perbuatan asusila di Depok," ujar Yayan.

Yayan meminta kepada para pemilik atau pengelola indekos agar mengontrol para penghuninya lebih ketat sehingga mereka tidak menanfaatkan kamar kos untuk berbuat asusila. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved