Berita NTT Terkini
Relawan PKBI Sosialisasi HIV/AIDS
Gustaf Jacob, Wia, Rema dan Rossy tampak semangat melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS di hadapan para siswa SMKN 7 Kupang
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gustaf Jacob, Wia, Rema dan Rossy tampak semangat melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS di hadapan para siswa SMKN 7 Kupang, Jalan Penkase-Oeleta, Alak, Kota Kupang, Sabtu (29/9/2018).
Keempat pemuda dan pemudi ini merupakan relawan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTT yang giat melakukan sosialisasi kesehatan reproduksi dengan tajuk "Ketong Riang Pelajari Ilmu Kesehatan" atau disingkat KERIPIK.
Gustaf Jacob selaku ketua kegiatan KERIPIK mengisahkan awal mula dia dan rekannya menjadi relawan PKBI.
Baca: Temu Alumni Prodi Ilmu Pendidikan Teologi FKIP Unkris Kupang, Semi Ndolu Jadi Ketua
"Ini kegiatan dari PKBI NTT. Kebetulan mereka membuka program voluntering. Jadi kami diberi bekal, pemahaman materi dan pendalaman materi. Dari pendalaman materi ini muncullah tiga kegiatan yakni kesehatan reproduksi, good parenting dan HIV/AIDS," jelas Mahasiswa Psikologi Undana Kupang ini.
Ia menjelaskan, jumlah relawan PKBI sebanyak 15 orang dan terdiri dari orang muda yang bersemangat untuk melakukan sosialisasi.
Baca: Panik Karena Gempa, Dua Perempuan Loncat dari Lantai 2
Gustaf memaparkan, ia dan beberapa relawan melakukan sosialisasi di tiga sekolah di pinggiran Kota Kupang yakni SMAN 8 Kupang, SMKN 7 Kupang dan MAN Kupang.
Alasan mereka memilih ketiga sekolah tersebut, paparnya, adalah akses informasi yang mungkin terbatas perihal kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS.
"Mungkin saja mereka jarang dapat sosialisasi semacam ini jika dibandingkan dengan sekolah sekolah di pusat kota," ujarnya.
Salah satu alasannya juga, jelas Gustaf, letak ketiga sekolah ini yang berada di kawasan sekitar lokalisasi.
Kegiatan ini terdiri dari empat tahapan yaitu pengenalan, edukasi, aksi dan selebrasi.
"Edukasi dilakukan dua kali dan sekarang masih pada tahap edukasi. Kami akan mengedukasi anak anak tentang apa itu HIV/AIDS dan cara penularannya seperti apa, serta pengetahuan umum lainnya mengenai HIV/AIDS," tuturnya.
Pada tahap aksi, para siswa dari masing-masing sekolah akan diminta untuk membuat poster dan pidato mengenai materi yang sudah mereka dapatkan pada tahap sebelumnya.
Lalu pada tahap selebrasi para siswa akan merayakan apa yang sudah dilakukan dalam tahap tahap sebelumnya.
Ia berharap para siswa bisa menjadi agen perubahan dalam lingkungan mereka masing-masing melalui aksi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka menargetkan setiap sekolah bisa melibatkan sekitar 30 orang sambil melihat antusiasme para siswa. Kegiatan KERIPIK ini berlangsung dari 22 September-13 Oktober 2018 pada setiap hari jumat dan sabtu.
Keempat pemuda ini juga didampingi oleh Gary Pratama dari PKBI NTT dan Sun Dawi Aliansi Remaja Independen NTT. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/para-relawan-pkbi-sedang-melakukan-animasi-dan-sosialisasi-hivaids-kepada-30-orang-siswa_20180929_195359.jpg)