Berita NTT Terkini

NTT Punya Kelimutu, Nihiwatu, Bena dan Reba, Wae Rebo dan Komodo

Komodo saat ini sedang menjadi perbincangan dunia sejak masuk nominasi tujuh keajaiban dunia.

NTT Punya Kelimutu, Nihiwatu, Bena dan Reba, Wae Rebo dan Komodo
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahamad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komodo saat ini sedang menjadi perbincangan dunia sejak masuk nominasi tujuh keajaiban dunia.

Demikian juga Kelimutu, Samana Santa, Reba, Bena, Nihiwatu dan juga Wae Rebo. Ini baru segelintir kekayaan budaya dan alam yang dimiliki NTT.

Namun kekayaan ini belum digarap maksimal sebagai peluang usaha. Kalau pun, ada pelaku usahanya datang dari luar NTT bahkan orang asing. Masyarakat NTT masih senang menjadi penonton.

Baca: Pemkot Kupang Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Pengadaan Pohon

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga, dalam Rakerda IWAPI NTT di Hotel Swiss Belin Kristal Kupang, NTT, Jumat (28/9/2018) malam, mengatakan, banyak peluang usaha di bidang pariwisata di NTT.

"Ada 10 Bali baru yang dicanangkan pemerintah. Ini peluang bagi masyarakat dan perempuan NTT.Tinggal bagaimana memanfaatkan peluang ini. Bisa melalui wisata kuliner dan home stay," kata Tigor.

Baca: Anwar Pua Geno Optimistis IMF 2018 Berdampak Bagi Pariwisata NTT

Tigor menyarankan perempuan NTT untuk memanfaatkan desa-desa wisata yang ditetapkan pemerintah. Stop jadi entrepreneur dari kue APBD. Saatnya beralih ke pariwisata. Tinggal tingkatkan SDM dan pemerintah perbaiki infrastruktur ke obyek-obyek wisata," demikian Tigor.

Tigor mengungkapkan, NTT selama ini terlalu banyak mendatangkan kebutuhan dari luar NTT sementara barang yang dihasilkan sendiri lebih kecil. Akibatnya pertumbuhan ekonomi NTT lamban neraca perdagangan negatif. Padahal, katanya, NTT memiliki produk-produk unggulan baik pariwisata, ternak, jagung, ikan dan lain-lain.

"Ini tantang bagi perempuan NTT untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada. BI melakukan kajian UMKM unggulan di setiap daerah. Kita berencana road show ke seluruh kabupaten. Silakan manfaatkan kajian BI, potensi apa yang bisa dikembangkan," kata Tigor.

Ia mengatakan, selain pariwisata, NTT memiliki kopi robusta yang sudah mendunia, rumput laut. Komoditi ini, katanya, dihasilkan di NTT tetapi diekspor oleh pengusaha dari Makasar, Surabaya atau Bali. Karena itu, katanya, harus ada pintu ekspor dari NTT.

Ketua Kadin NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto juga mengatakan, salah satu kendala masyarakat NTT terutama kaum perempuan untuk menjadi pengusaha karena rendahnya sumber daya manusia.

"SDM wanita NTT masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan. Infrastruktur masih terbatas. Banyak entrepreneur baru kesulitan modal, karena itu perlu pendampingan," kata Paul.

Paul mengatakan, peluang usaha NTT sesungguhnya cukup terbuka karena SDA di NTT melimpah, Potensi pariwisata NTT sangat besar, ada Nihiwatu, Labuan Bajo, rumah adat, Samana Santa. NTT juga berbatasan dengan RDTL dan Australia sebagai peluang ekspor-impor.

Dikatakan Paul, Kadin melalui perannya akan membangun networking antara UKM NTT dengan UKM provinsi lain yang lebih maju, mengikutsertakan UKM lokal dalam temu bisnis, kerjasama pelatihan,membangun networking dengan negara tetangga terutama Timor Leste. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved