Berita Kabupaten Ngada

Dukcapil Ngada Gelar Sidang Pencatatan Perkawinan di Desa Nginamanu Selatan dan Barat

Guna melayani Pencatatan Perkawinan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) memang gencar turun ke desa

Dukcapil Ngada Gelar Sidang Pencatatan Perkawinan di Desa Nginamanu Selatan dan Barat
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat kegiatan pemberian akte perkawinan di Desa Nginamanu Selatan Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada, Selasa (25/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Ngada menggelar sidang terbuka pencatatan perkawinan di desa Nginamanu Selatan dan Nginamanu Barat.

Siaran pers yang diterima POS KUPANG.COM, Jumat (28/9/2018) menyebutkan, sidang pencatatan perkawinan di Desa Nginamanu Selatan (Ngisel), dilaksanakan Selasa (25/9/2018) diikuti 46 pasang.

Sedangkan di Desa Nginamanu Barat (Ngibar) dilaksanakan Rabu (26/9/2018) dan diikuti 26 pasang.

Guna melayani Pencatatan Perkawinan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) memang gencar turun ke desa, dengan strategi layanan 'jemput bola'.

Kadis Dukcapil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole, menjelaskan, terobosan "jemput bola" akan terus dilakukan dengan layanan gratis hingga tahun 2020 mendatang.

Setelah itu setiap pasang akan dikenakan denda Rp 120 ribu perpasang. Karena itu dia minta masyarakat yang belum mengurusnya agar segera mengurus catatan perkawinannya.

Penegasan Fitalis itu dikemukakannya ketika gelar sidang pencatatan perkawinan kepada 46 pasang suami-istri bersamaan dengan pencanangan Kampung KB di Maladhawi, desa Nginamanu Selatan, Kecamatan Wolomeze, Selasa (25/9/2018).

Sebelum gelar sidang pencatatan perkawinan secara terbuka, Fitalis mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada sekitar 46 pasangan suami-istri. Sidang kemudian dilanjutkan dengan pencatatan perkawinan.

Pada kesempatan itu, Dukcapil langsung menyerahkan akte pencatatan perkawinan kepada 46 pasang, yang secara simbolis diterima lima pasang suami-istri dari desa itu, termasuk kepada Kepala Desa Fitalis Keo.

Usai sidang, salah seorang warga peserta pencatatan perkawinan, Stefanus Watu, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Dukcapil yang turun langsung melayani masyarakat hingga ke desa.

Menurut Stefanus, akte pencatatan perkawinan adalah salah satu dokumen kependududukan yang sangat penting dalam banyak urusan keluarga, terutama bagi anak-anak.

"Setelah saya dapat akte nanti langsung foto copi untuk dikirim kepada anak saya yang sedang sekolah di luar," jelas Stefanus.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved