Berita Kabupaten Sumba Barat Daya

Bupati Sumba Barat Daya Temani KPK! Demonstran Bertahan

demonstran yang adalah guru dan siswa menyatakan tetap bertahan menunggu bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H datang bertemu.

Bupati Sumba Barat Daya Temani KPK! Demonstran Bertahan
Sekretaris Daerah SBD, Antonius Umbu Zaza bertemu demonstran depan Kantor Bupati SBD, Jumat (28/9 SBD / 2018). 

Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA---Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H, Jumat (28/9/2018) pukul 12.30 wita meninggalkan kantor guna menemani staf bagian pencegahan KPK RI dalam beberapa kegiatan di SBD.

Bupati akan kembali berkantor sekitar pukul 14.00 wita karena pada pukul 15.00 wira akan berlangsung pertemuan KPK dgn DPRD SBD.

Baca: BREAKING NEWS! Di TTS Adelina Ditemukan Tewas Gantung Diri. Ini Pemicunya

Sementara itu demonstran yang adalah guru dan siswa menyatakan tetap bertahan menunggu bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H datang bertemu.

Demikian penjelasan sekretaris daerah SBD, Antonius Umbu Zaza ketika menemui para demonstran di depan kantor bupati SBD, Jumat(28/9/2018).

Kepada demonstran, Sekda Umbu Zaza menjelaskan, berhubung hari ini kegiatan bupati cukup padat yang bertemu staf pencegahan KPK RI hingga sore nanti sehingga tidak sempat bertemu bapa ibu guru sekalian.

Mendengar Jawaban itu koordinator aksi Mateos M.Doli dan Agustinus Kaka, menyatakan, tak mau bertemu pejabat siapapun karena hanya janji. Kami sudah capeh dengan janji dan kali ini datang ingin bertemu langsung Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H untuk menagih janji sebagaimana disampaikan bupati MDT sebelumnya yakni merevisi SK pengangkatan tenaga kontrak daerah tahun 2018 agar dapat mengakomodir 23 tenaga kontrak yang tidak diakomodir.sebelumnya.

Perlu diketahui Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Tallu, S.H telah mengeluarkan surat keputusan pengangkatan tenaga kontrak daerah Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2018 tanggal 3 Januari 2019. Namun SK tersebut baru dibagikan tanggal 21 Maret 2018 dimana terdapat puluhan tenaga guru kontrak lama tidak terakomodir lagi pada tahun 2018. Padahal faktanya guru tersebut terus mengabdi di sekolah itu.

Semenjak Maret 2018 itu, para guru terus melakukan aksi demonstrasi hingga sekarang. Meskipun demonstrasi itu secara terus menerus setiap hari. Hingga berita di tulis, para demonstran tetap bertahan di halaman kantor Bupati SBD menungu bupati MDT datang menemuinya. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved