Berita Kabupaten Ende

KPU Ende Akhirnya Masukan Mantan Napi Korupsi Dalam DCT

KPU Kabupaten Ende akhirnya memasukan nama mantan napi dengan tindak pidana korupsi dalam daftar caleg tetap (DCT) atas nama

KPU Ende Akhirnya Masukan Mantan Napi Korupsi Dalam DCT
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Anggota KPU Kabupaten Ende, Djamal Umar 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ende akhirnya memasukan nama mantan napi dengan tindak pidana korupsi dalam daftar caleg tetap (DCT) atas nama, Yohanes M Kota dari Partai Berkarya. Sebelummya nama yang bersangkutan tidak masuk dalam DCS sebagimana yang telah diumumkan oleh KPU Kabupaten Ende.

Anggota KPU Kabupaten Ende, Djamal Umar mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (26/9/2018) ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan caleg DPRD Kabupaten Ende.

Baca: BI Tambah Kas Titipan di Sabu dan Labuan Bajo

Baca: ASN di Ende Harus Memahami Tugasnya

Djamal membenarkan bahwa sejak pecan lalu KPU Kabupaten Ende telah mengumumkan nama-nama caleg melalui media massa. Caleg-caleg tersebut adalah caleg yang telah lolos verifikasi baik administrasi maupun public sehingga ditetapkan menjadi daftar caleg tetap (DCT).

Dikatakan dari antara DCT yang telah ditetapkan itu ujar Djamal terdapat satu nama caleg yang merupakan mantan napi korupsi namun ditetapkan menjadi DCT yakni Yohanes M Kota dari Partai Berkarya.

Djamal mengatakan bahwa alas an KPU Kabupaten Ende menetapkan Yohanes M Kota dalam DCT padahal sebelumnya yang bersangkutan tidak masuk dalam DCS dikarenakan adanya keputusan dari Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan napi korupsi untuk menjadi Caleg.

Dengan adanya putusan MA tersebut ujar Djamal maka KPU Kabupaten Ende sebagai lembaga penyelenggara Pemilu di tingkat Kabupaten Ende akhirnya menjalankan perintah tersebut dengan kembali mengakomodir yang bersangkutan didalam DCT Anggota Legislatif Kabupaten Ende.

Selain itu, ujar Djamal berdasarkan perintah dari KPU pusat yang meminta agar menetapkan para mantan napi korupsi didalam DCT sesuai dengan keputusan dari Mahkamah Agung (MA).

“Ada perintah dari KPU yang meminta agar mantan napi korupsi yang menjadi caleg namun mengajukan gugatan kepada KPU agar bisa ditetapkan didalam DCT,”kata Djamal.

Sebelumnya secara terpisah Yohanes M Kota mengatakan bahwa dirinya menggugat KPU Kabupaten End eke Bawaslu serta didalam proses persidangan di Bawaslu Kabupaten Ende yang bersangkutan dinyatakan memenangkan gugatan atas KPU Kabupaten Ende. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved