Breaking News:

Berita Rekrutmen CPNS 2018

Dispenduk Malaka Layani Cetak KTP Elektronik untuk Pencaker 1.000 Orang

Dinas Dukcapil Kabupaten Malaka terus melakukan perekaman dan pencetakan KTP eletronik bagi para pencari kerja

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Malaka, Ferdynandus Rame. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | BETUN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Malaka terus melakukan perekaman dan pencetakan KTP eletronik bagi para pencari kerja yang hendak mengikuti seleksi CPNS tahun 2018.

Sesuai stok bahan untuk pembuatan KTP-e, diperkirakan 1.000 keping KTP akan dicetak dan semuanya diprioritaskan untuk pencari kerja.

Sedangkan untuk masyarakat umum untuk sementara menggunakan surat keterangan (suket) penduduk yang isinya sesuai dengan identitas dalam aplikasi KTP yang dilengkapi foto.

Baca: Calon Peserta Testing CPNS di Manggarai Barat Mencari Informasi di Papan Pengumuman BKD

"Sesuai stok bahan yang ada sekitar 1.000 KTP yang akan dicetak untuk warga yang mengikuti tes CPNS. Sedangkan masyarakat umum kita berikan suket yang isinya sama dengan aplikasi KTP yang dilengkapi foto," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ferdynandus Rame, Rabu (26/9/2018).

Baca: Tour de Flores Tahun Ini Ditiadakan, Anggarannya Dialihkan untuk Kegiatan Ini

Menurut Ferdynandus, pelayanan dokumen kependudukan berjalan normal baik untuk pencari kerja maupun untuk masyarakat umum. Pelayanan terjadi lonjakan karena berkaitan dengan seleksi CPNS sehingga para pencari kerja banyak yang datang mengurus dokumen.

Menurut Ferdynandus, sejauh ini dinas belum mengalami kendala yang berarti karena fasilitas pendukung tersedia dan tenaga juga memadai. Warga yang datang mengurus dokumen setelah selesai dibuat langsung diserahkan.

Ferdynandus menghimbau kepada pencari kerja agar lebih tertib dan mengikuti antrean agar tidak berjubel terlalu banyak di depan loket.

"Kita sudah mengatur supaya tertib dan ikut antrean sehingga lebih rapih. Kalau masyarakat mau antri pasti lebih bagus. Standart pelayanan kita melalui loket sehingga harus antre dan kita tidak menerima titipan atau pengurusan melalui orang dalam," kata Ferdynandus.

Menurut Ferdynandus, dalam pelayanan dokumen kependudukan selama ini selalu transparan. Jika ada gangguan teknis yang terjadi pasti diinformasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahuinya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved