Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Anggota Komisi VII DPR RI Minta Pemda Siapkan Bank Sampah

Anggota Komisi VII, Ferry Kase mengatakan sampah menjadi masalah. Harus ada konsep terbaru bahwa sampah tidak harus dipikirkan sebagai masalah

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Anggota Komisi VII, Ferry Kase 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Anggota Komisi VII, Ferry Kase mengatakan sampah menjadi masalah. Tetapi ada konsep-konsep terbaru bahwa sampah tidak harus dipikirkan sebagai masalah tapi ada manfaat dan valuenya yang bisa dikelola dengan baik, agar bisa bermanfaat untuk perekonomian.

Menurutnya, masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan dari sampah dan Kota Kupang dipilih karena dirinya Dapil dari daerah ini, kota Kupang menjadi barometer. Daerah lain juga sudah dibantu seperti Kabupaten Belu, Malaka dan Rote.

Baca: Pelamar Silahkan Mendaftarkan Diri, Lembata Dapat Jatah 250 Orang CPNS

"Paling tidak bisa merubah mainset, pola pikir masyarakt untuk bisa berpikir yang baik dan berbudaya bagaimana perlakukannya terhadap sampah. Karena sampah ini macam-macam dan teknisnya oleh Kementerian selalu lakukan sosialisasi dan evaluasi dengan tukuan sampaj bisa dikelola dengan baik dan benar sehingga masyarakat bisa sejahtera dengan sampah," jelasnya.

Baca: Dispenduk Malaka Layani Cetak KTP Elektronik untuk Pencaker 1.000 Orang

Ia mengatakan dukungan yang diberikan berupa motor sampah tiga roda yang bisa mobile dan bergerak leluasa untuk mencari sampah-sampah yang terbuang.

Setelah nantinya terbentuk kelompok-kelompok atau komintas pegiat sampah, kata Ferry, paling tidak ada spot point yang diangkut dan distribusikan.

Maka dari itu perlu adanya bank sampah, sehingga sampah bisa kembali menjadi barang setengah jadi dan bahan baku.

Ia juga mengimbau agar Pemda untuk lebih menyentuh kepada teritory dan masyarakat sehingga pembinaan harus terus dilakukan. Agar tidak ketimpangan yang luar biasa terkait sampah dengan daerah lainnya. Dimana mungkin ada daerah yanf pengelolaan sampah sudah bagus dan di daerah kita belum.

"Sejak dini harus mendeteksi sehingga kesadaran bisa mengejar ketertinggalan, apalagi budaya bisa terbentuk. Kita ambil contoh daerah sudah maju jarang sekali melihat ada sampah. Karena itu sesuatu hal yang menjadi identitas daerah dan itu harus tercermin di sini. Orang juga sungkan segan datang kalau ada timbul bau busuk apalagi sampai menimbulkan penyakit. Apalagi mau jadi daerah pariwisata. Ada orang mau berikan devisa bagi daerah tidak bisa," tukasnya.

Jadi, lanjutnya, bagaimana pemerinrah bisa menjual suatu daerah untuk bisa mendapatkan feedback. Salah satunya dengan pengelolaan sampah ini.

Ia menambahkan rencana program Pemkot terkait bak sampah, akan ditambah lagi. "Kita akan kejar agar bisa ada bank sampah itu lebih bagus. Beberapa waktu lalu kita kunjungan ke Batam. Ada perusahaan-perusahaan pengelolaan sampah, dimana ada pengumpul, pengangkut dan pengelola, banyak juga tidak jalan. Jadi fungsi Pemda harus kuat untuk bisa melakukan sosialisasi, edukasi, maupun untuk mengendors dengan peraturan atau disiapkan anggaran khusus untuk produk- produk yang ada bisa menyerap. Jangan sampai masyarakt sudah sadar bisa kembali lesu lagi karena tidak ada market," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved