Berita Nasional Terkini

Tiga Menit Setelah Dilantik, Bupati Tulungagung Langsung Dinonaktifkan

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo melantik Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung terpilih, Syahri Mulyo-Maryoto Wibowo di Kantor Kemendagri, Jakarta

Tiga Menit Setelah Dilantik, Bupati Tulungagung Langsung Dinonaktifkan
KOMPAS.COM/Yoga Sukmana
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memasangkan lencana kepada Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (25/9/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo melantik Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung terpilih, Syahri Mulyo-Maryoto Wibowo di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Selasa (25/9/2018) pukul 13.54 WIB.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.56-5884 dan Nomor 132.35-5885 Tahun 2018 tentang pengangkatan Syahri Mulyo- Maryoto Wibowo sebgai Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung.

Namun, pada pukul 13.57 WIB, pemerintah melalui Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan surat keputusan lainnya kepada kepada Gubenur Jawa Timur, Soekarwo.

Baca: Stok Vaksin MR Tersedia! Sudah 7.959 Balita Terlayani di Oesao

Selanjutnya, Soekarno langsung menyerahkan surat keputusan itu kepada Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Wibowo. Ternyata surat itu merupakan surat penugasan kepada Wakil Bupati Tulungagung untuk menjadi pelaksana tugas atau Plt Gubernur Tulungagung, Syahri Mulyo.

Hal itu terjadi lantaran Syahri merupakan tersangka KPK setelah terjerat bersama Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar dalam kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Tulungagung dan Blitar.

Baca: DPRD NTT Minta Pemprov Usul Perubahan Formasi CPNS

Usai pelantikan, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, awalnya Syahri akan dilantik bersama sejumlah kepala daerah terpilih lainnya di Kantor Pemprov Jawa Timur. Namun karena di luar kota, KPK tidak mengizinkan.

Akhirnya, Soekarwo meminta KPK untuk bisa melantik Syahri di Jakarta meski berstatus tersangka.

Akhirnya KPK memberikan izin pelantikan Syahri di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved