Berita Lembata

Stok Bawang Merah di Lembata Mencapai 200-an Ton

stok bawang merah di Kabupaten Lembata mencapai 200 ton lebih. Volume produksi merupakan hasil panen petani bawang merah dalam

Stok Bawang Merah di Lembata Mencapai 200-an Ton
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat memanen bawang merah pada demplot di Kuma.Resort, Kamis (26/7/2018) petang.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Saat ini, stok bawang merah di Kabupaten Lembata mencapai 200 ton lebih. Volume produksi tersebut merupakan hasil panen petani bawang merah dalam beberapa bulan terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng kepada Pos Kupang.Com di Lewoleba, Senin (25/9/2018)

Baca: Atlet Perkemi NTT Siap Mempertahankan 7 Medali Emas

Baca: Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT Esthon Foenay Buka Pelatda Kempo Pra PON 2019

Dikatakannya, persediaan bawang merah sebanyak itu diperoleh dari hasil panen yang dilakukan pada lahan seluas 27 hektar. Sementara saat ini masih banyak lahan bawang merah yang akan segera dipanen dalam waktu ini.

Lantaran volume produksi bawang merah terus menanjak, lanjut Mathias, maka pihaknya optimis kalau target Lembata mandiri bawang merah bisa terwujud. Setidaknya pada saat seperti sekarang.

"Persediaan bawang merah yang diproduksi langsung di Lembata, saat ini cukup memadai. Padahal komoditas tersebut baru dikembangkan dalam tenggat waktu beberapa bulan terakhir. Ini menandakan bahwa Lembata juga sangat potensial bagi benih tanaman umur pendek ini," ujar Mathias.

Pihaknya mengatakan, saat ini stok bawang merah di Lembata cukup melimpah. Ini tentunya akan berpengaruh langsung terhadap harga pasar. Bila harga bawang melorot, misalnya, maka baik juga bagi masyarakat. Setidaknya masyarakat Lembata bisa merasakan harga bawang merah yang terjangkau.

"Saat ini harga bawang di Lembata turun drastis. Kalau sebelumnya harga bawang merah mencapai Rp 35.000/kg, saat ini sudah turun menjadi Rp 10.000/kg. Harga itu bisa berkemungkinan turun lagi karena ke depan panen bawang merah akan terus dilakukan," ujarnya.

Untuk diketahui harga bawang merah di Lembata saat ini merupakan yang paling murah selama Lembata menjadi kabupaten otonom 18 tahun terakhir. Itu artinya baru kali ini masyarakat setempat membeli bawang dengan harga Rp 10.000/kg dari sebelumnya Rp 25.000-Rp 35.000. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved