Berita Kabupaten Malaka Terkini

Petani dan Penyuluh THL Panen Jagung di Demplot Atokama Gunakan Mesin Panen

Penyuluh Pertanian Tenaga Harian Lepas, Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, bersama sejumlah petani memanen jagung pada Demplot Atokama

Petani dan Penyuluh THL Panen Jagung di Demplot Atokama Gunakan Mesin Panen
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
PPL Pertanian Tenaga Harian Lepas, Dinas Pertanian Kabupaten Malaka bersama sejumlah petani memanen jagung pada Demplot Atokama seluas 1,4 hektare, Selasa (25/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | BETUN - Penyuluh Pertanian Tenaga Harian Lepas, Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, bersama sejumlah petani memanen jagung pada Demplot Atokama seluas 1,4 hektare, Selasa (25/9/2018).

Jenis jagung yang dipanen adalah Bisi 2 Label Biru dengan menggunakan sistem Double Track dan hasil ubinannya sebanyak 5,6 ton per hektare. Panen perdana ini juga menggunakan mesin panen jagung.

Antonius Seran Nahak, salah seorang tenaga penyuluh ketika ditemui di sela-sela panen perdana mengatakan, pada Musim Tanam 2, para penyuluh bersepakat untuk menggarap lahan dan membuat demplot di lahan yang sudah disurvei.

Baca: Nuntio Ceriah Dikalungi Tenun Ikat Sikka

"Hasilnya seperti yang disaksikan pada hari ini, yakni kita panen perdana dengan hasil yang sangat memuaskan. Jagungnya sangat berisi dan padat," Antonius Seran.

Antonius mengatakan, dengan adanya Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang digalakkan Bupati Stefanus Bria Seran, petani sangat antusias untuk menggarap lahan untuk ditanami berbagai tanaman.

Baca: Festival 3 Gunung di Lembata Jadi Event Tahunan

"Balik lahan secara gratis oleh pemerintah ditambah lagi benih dan obat-obatan merupakan langkah yang sangat tepat bagi masyarakat untuk semakin giat bekerja dan memanfaatkan hasil pertaniannya. Salah satu hasilnya telah kami nikmati seperti hari ini," ujarnya bersemangat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, saat dimintai komentarnya mengatakan, sekitar 62 ribu hektare lahan di Malaka memang sangat potensial untuk ditanami jagung.

"Lahan baku yang ada sekitar 32 ribu hektare yang setiap tahun diolah dan pada tahun 2018 sudah ditanami seluas 28 ribu hektare sesuai data yang kami rekap dan dapatkan," ujar Yustinus.

Dirinya melanjutkan, semua yang dilakukan ini berkat Revolusi Pertanian Malaka yang dicetuskan Bupati Stefanus Bria Seran. Program ini telah menunjukkan bukti kepada masyarakat dengan hasil panenan yang meningkat dari tahun ke tahun.

Terkait keberadaan mesin potong padi dan jagung untuk memperlancar kegiatan panen hasil, Yustinus Nahak menjelaskan, bantuan mesin tersebut merupakan hasil perjuangan Bupati Malaka saat bertemu dengan Menteri Pertanian RI.

"Selain traktor, beberapa mesin potong padi dan jagung ini juga bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Malaka untuk membantu masyarakat. Dan ketika musim panen seperti ini, mesin pemotong tersebut bisa datang ke lokasi untuk panen," jelasnya lagi.

Seperti disaksikan di lapangan, mesin panen yang dikemudikan salah seorang petugas itu, melaksanakan kegiatan panen hanya dalam 1 jam untuk lahan seluas satu hektare. Menurut informasi, biasanya jika panen dilakukan secara manual dibutuhkan waktu selama tiga hari dengan tenaga manusia sebanyak 20 orang. (*/kominfo malaka)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved