Opini Pos Kupang

Inilah Selayang Pandang Sejarah Gereja Keuskupan Maumere

Berdasarkan laporan tersebut, P. Metz meminta tenaga imam untuk membangun stasi-stasi baru di wilayah Maumere

Inilah Selayang Pandang Sejarah Gereja Keuskupan Maumere
ISTIMEWA
Uskup Maumere Mgr. RD. Edwaldus Martinus Sedu 

Pembentukan Hirarki Gereja Katolik Indonesia

Pada tanggal 25 Januari 1961 Roma mendirikan Struktur Hirarkis Gereja di Indonesia dengan 6 Dioses Agung yaitu Jakarta, Semarang, Medan, Pontianak, Makassar dan Ende.

Di Dioses Agung Ende ditunjuk Mgr. G. Manek, SVD sebagai Uskup Agung dengan uskup -uskup sufragan yaitu: Larantuka, Ruteng, Atambua, Denpasar, Weetebula dan Kupang. Diosis Agung Ende meliputi wilayah Ngada, Ende dan Sikka.

Selama masa Mgr. G. Manek, SVD di Maumere didirikan 4 Paroki yaitu:Habi, Halehebing, Uwa, dan Watubala. Tahun 1968 Mgr. G. Manek, SVD dibebastugaskan karena sakit dan berobat ke Amerika.

Pada tanggal 11 Juni 1969 Mgr. Donatus Djagom, SVD ditahbiskan menjadi Uskup Agung Ende di Gereja Katedral Ende.Pada masanya 7 paroki baru dibentuk: Nele, St. Thomas Morus Maumere, Magepanda, Wolofeo, Kloangrotat, Tanarawa, dan Bloro.

Selain itu kemandirian gereja lokal mulai dikembangkan.Arah pastoral gereja lokal Keuskupan Agung Ende dikembangkan bersama dalam rangkaian Muspas (Musyawarah Pastoral).

Pada tanggal 6 April 1996 (Sabtu Kudus), Vatican mengumumkan Mgr. Abdon Longinus da Cunha, Pr. Sebagai Uskup Agung Ende, mengganti Mgr. Donatus Djagom, SVD yang sudah memasuki usia pensiun. Pada tanggal 10 Juli 1996 Mgr. Abdon Longginus da Cunha, Pr. ditahbiskan menjadi Uskup Agung Ende.

Pada masanya didirikan 3 paroki baru di wilayah Kevikepan Maumere: Nangahure, Kloangpopot, dan Nuaria. Pada masanya diselenggarakan dua kali Muspas, yakni Muspas IV (di Maumere) dan V (di Mataloko).Mgr. Abdon Loginus da Cunha meninggal dunia pada tahun 2006.

Uskup Vincentius Sensi Potokota: Uskup Pertama Maumere

Dengan Bulla Paus Benediktus XVI Keuskupan Maumere berdiri 14 Desember 2005 dan Mgr. Vincentius Sensi Potokota sebagai Uskup pertamanya.Dengan motto: Praedica Verbum Opportune Importune (Wartakanlah Sabda Baik atau Tidak Baik Waktunya), Uskup Sensi ditahbiskan 23 April 2006.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved