Berita Liga 1 2018

BREAKING NEWS: Menpora Imam Nahrawi Hentikan Sementara Pertandingan Liga 1 2018 untuk Haringga Sirla

Menpora, Imam Nahrawi, secara resmi menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan terhitung sejak hari ini, Selasa (25/9/2018).

BREAKING NEWS: Menpora Imam Nahrawi Hentikan Sementara Pertandingan Liga 1 2018 untuk Haringga Sirla
(Humas Kemenpora)
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengikuti senam poco-poco dalam Pelatihan Penggerak Olahraga Senam Kebugaran Masyarakat di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (10/07/2018) 

Bersamaan dengan kejadian itu, sekelompok orang meneriaki ‎ada suporter Persija, The Jak Mania, yang datang ke lokasi tersebut.

Haringga Sirla
Haringga Sirla (Istimewa)

Kemudian, berdasarkan informasi itu, korban dikeroyok.

Aksi pengeroyokan itu pun sempat beredar di sejumlah grup Whatsapp.

Korban sempat meminta tolong namun massa tetap mengeroyoknya.

Dalam video yang beredar, korban tampak dianiaya oleh lebih dari satu orang berbaju biru.

Tampak seorang penganiaya memukulkan benda mirip pipa besi pada korban yang sudah dalam keadaan telanjang dada.

"Korban mengalami luka, dibawa ke RS Sartika Asih, kemudian meninggal dunia dengan luka di kepala dan dada. Kejadian di Gerbang Biru, tepatnya di tempat parkir," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Jalan Jawa, Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Saat pengeroyokan berlangsung, sekelompok penganiaya tampak meneriakan bahwa korban merupakan suporter Persija Jakarta, The Jak Mania.

Saat dikeroyok sejumlah oknum suporter, Haringga sempat meminta pertolongan kepada seorang tukang bakso.

"Yang jelas berdasarkan pemeriksaan saksi, korban beralamat di Jakarta Barat lari ke tukang bakso untuk minta tolong tapi banyak yang narik korban kemudian terus dianiaya," ujar Yoris.

Oknum suporter Persib yang berjumlah banyak itu berteriak kalau orang yang dikejar merupakan anggota The Jak Mania atau pendukung Persija Jakarta.

Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso di sekitar stadion.

Namun oknum suporter lain kemudian melakukan pengeroyokan dengan memukul menggunakan balok kayu, piring, botol dan benda-benda lainnya.

Korban yang hanya sendirian kemudian tewas di tempat dengan keadaan yang mengenaskan.

Kemudian anggota Polrestabes Bandung saat ini telah melakukan upaya penangkapan para pelaku pengeroyokan.

Berkat video yang beredar, polisi sementara telah mengamankan enam orang yang diduga pelaku pengeroyokan.

Kemudian jenazah korban langsung dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan otopsi.

Laga Persib Bandung menjamu Persija Jakarta tersebut akhirnya berakhir 3-2 untuk kemenangan Maung Bandung.

Dengan kemenangan tersebut, Persib sukses mengamankan posisi puncak klasemen dengan perolehan 44 poin.

Awal Ketahuan 

Menurut penjelasan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana Marzuki, Haringga bisa ketahuan gara-gara adanya sweeping dari bobotoh di sekitar stadion.

Saat sweeping itulah Haringga ketahuan dirinya tercatat sebagai warga Jakarta, dilihat dari KTP yang dibawanya.

"Kejadian ini bermula ketika seorang pengendara (korban) melintas di depan Stadion GBLA dan ternyata dilakukan sweeping oleh anak-anak Bobotoh," kata Yoris di Bandung, Senin (24/9/2018).

"Saat razia, mereka mendapatkan ada satu orang diduga anggota The Jakmania (organisasi suporter Persija) yang memiliki KTP dari Jakarta," tambahnya.

Yoris melanjutkan, setelah identitas Haringga diketahui, oknum bobotoh lantas melakukan penganiayaan secara brutal menggunakan helm, balok kayu, kaca piring, dan sebagainya.

Melihat video pengeroyokan terhadap Haringga yang beredar di media sosial, pria berperawakan tambun itu diseret dalam kondisi tak sadarkan diri, tubuhnya pun berlumuran darah.

Yoris mengatakan, Haringga kemudian tewas di lokasi kejadian.

Pasca-kejadian tersebut, Satreskim Polrestabes Bandung menangkap sepuluh orang pelaku yang diduga terlibat.

Pelaku pengeroyokan Haringga Sirila di Stadion GBLA
Pelaku pengeroyokan Haringga Sirila di Stadion GBLA (Tribun Jabar/Mega Nugraha )

Dari 10 orang tersebut, delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Dari delapan orang pelaku, ada yang masih di bawah umur dan yang tertua berusia 40 tahun.

Pihak kepolisian masih akan memburu sisa pelaku yang terlibat pengeroyokan.

Tersangka dijerat Pasal 170 KHUP dan diancam pidana lebih dari tujuh tahun kurungan penjara. 

(*)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved