Berita Viral

Mobil PNS Pangkalpinang Tabrak Jembatan Emas dan 2 Tewas, Terdengar Teriakan ini

Mobil PNS Pangkalpinang Tabrak Jembatan Emas dan 2 Tewas, Ini Teriakan yang Mengiringi

Mobil PNS Pangkalpinang Tabrak Jembatan Emas dan 2 Tewas, Terdengar Teriakan ini
Kompas.com/nastenkapeka
Ilustrasi tabrakan 

Akhirnya penyebab kecelakaan tersebut terungkap dari korban yang masih hidup.

Ternyata saat itu, sang sopir yang menjadi korban meninggal sudah mengetahui jembatan dalam posisi terangkat.

Baca: Semua Partai di TTU Telah Melaporkan Dana Awal Lampanye

Baca: Bikin Baper! 6 Film Korea ini Wajib Kamu Tonton, Romantisnya Bikin Jatuh Cinta Terus!

Baca: Sukseskan Program Presiden! SMP Assumpta Jalankan Jam Literasi

Teriakan Allahuakbar Mengiringi Mobil PNS Pangkalpinang Tabrak Jembatan Emas hingga 2 Tewas
Kondisi Alfira Oktaviani yang belum sadarkan diri saat didatangi oleh Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Bangka, Minggu (23/9/2018). (Istimewa/bangkapos)
Namun nahas kakinya keram sehingga tak bisa mengerem lagi.

Mobil terjun bebas dan menabrak beton jembatan sebelum jatuh ke bawah.

------------

Detik-detik Sodriyanto (44) dan Lia Meilawati (23) menghadapi maut begitu menegangkan.

Saksi mata, Adel (20), menyebut laju kendaraan yang mereka tumpangi 120 Km/jam, menerobos pintu pembatas Jembatan Emas Airanyir Merawang Bangka, hingga akhirnya terjun bebas ke dasar jurang setinggi 20 meter.

"Seingetku terakhir, mobil 120 (kecepatan 120 KM/jam), aku langsung pegangan tangan sama temanku (korban lain dalam mobil CRV)," kata Adel (20), saat dimintai keterangan oleh Penyidik Satlantas Polres Bangka, dalam posisi masih terbaring di Rumah Sakit Provinsi (RSUP) di Airanyir Merawang Bangka, Minggu (23/9/2018).

Sesekali meringis menahan sakit, perempuan yang berdomisili di Desa Padang Baru Kecamatan Pangkalanbaru Bangka Tengah itu, saat memberikan keterangan kepada Penyidik Satlantas Polres Bangka, mengaku masih ingat semuanya.

Baca: Pemkab Manggarai Barat Terima Kontingen Atlet Kempo, Ini Hasil yang Mereka Peroleh

Baca: Kepala Daerah di NTT Dukung Jokowi-Maruf Amin

Baca: SMP Assumpta Kupang akan Bangun Kerja Sama dengan Harian Pagi Pos Kupang

Penyidik Satlantas sempat bertanya kenapa mobil CRV yang ditumpangi korban sampai ngebut?

"Kita disuruh bos buru-buru ke mess, dia (korban lainnya) mau ketemu pacarnya, temanku yang satu lagi. Lalu aku masih inget, yang cowok ini (sopir) ngomong, jembatan ini terbuka lagi (tutup tidak bisa dilewati)," kata Adel menyebut, Sodriyanto, sopir Honda CRV yang mereka tumpangi, mengeluh karena pintu jembatan mulai terangkat, padahal mereka buru-buru mau melewati jembatan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved