Berita Kota Kupang Terkini

Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kabupaten Kupang Mengesahkan 849 Warga

Keluarga Besar Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Kabupaten Kupang mengesahkan 849 Warga baru

Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kabupaten Kupang Mengesahkan 849 Warga
POS-KUPANG.COM/WILI SUNI
Proses pengesahan atau proses pengukuhan calon Warga menjadi Warga PSHT di Aula Komodo, Jl Jendral Soeharto, Sabtu (22/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Wili Suni

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Keluarga Besar Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Kabupaten Kupang mengesahkan 849 Warga baru  di Aula Komodo, Jalan Jenderal Soeharto Kota Kupang, Sabtu (22/9/2018).

Proses pengesahan ini merupakan proses pengukuhan atau pelatihan dari Siswa menjadi Warga. Warga sendiri di dalam PSHT merupakan guru atau pelatih.

Untuk mencapai status sebagai warga, semua calon warga yang telah dilantik malam tadi sudah mengikuti proses latihan selama kurang lebih dua sampai tiga tahun.

Baca: Kasat Reskrim Boby Mooy Nafi Ungkap Agenda Penting yang Jadi Perhatian

Ada lima tingkat yang akan dilalui setiap calon warga, yakni tingkat pertama disebut Polos yang mengenakan sabuk berwarna hitam, kemudian Jambon yang berwarna merah muda, Hijau yang merupakan tingkatan ketiga, dan Putih Kecil yang merupakan tingkat terakhir sebelum dilantik menjadi Warga, yakni tahapan terakhir dalam proses latihan.

Kegiatan pengesahan ini dimulai sejak pukul 21.00 malam tadi dan berakhir pada pagi ini. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PSHT, kemudian penjelasan soal tumpeng, dan doa bersama.

Baca: Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Boby Mooy Nafi Gantikan Pinten Bagus

Rangkaian acara yang terakhir adalah prosesi pengesahan yang berlangsung dalam jangka waktu kurang lebih selama 6 jam.

Mas Andreas Eka Sakti menyatakan, bahwa proses pemotongan tumpeng selalu dilakukan dalam upacara pengesahan karena merupakan bagian dari kebudayaan Jawa. Alasannya adalah karena PSHT lahir di Kota Madiun, Jawa Timur pada tahun 1922.

"Makna tumpeng dalam proses pengesahan ini adalah sebagai bentuk dari jiwa yang rukun, kokoh dan perkasa. Selain itu, tumpeng juga merupakan simbol keselamatan, kejayaan, kesederhanaan, kreatif, persatuan dalam satu rumpun, dan sebagai simbol kepemimpinan", ujar Mas Andreas.

Selain itu, pimpinan PSHT Cabang Kabupaten Kupang, Semmy Knaofmone dalam sambutannya menyatakan, bahwa proses latihan yang lama bagi setiap calon warga adalah sebuah proses pembinaan agar ketika dikukuhkan sebagai warga yang berbudi luhur, jujur, beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

"PSHT ingin terus mewariskan mental patriotisme terhadap bangsa dan negara kita ini. Apabila bangsa Indonesia ini ada yang menggugatnya, maka kita, PSHT, akan berada di barisan terdepan untuk berjuang hingga titik darah penghabisan," tegas Sammy.

"PSHT melawan penyebaran hoax, isu sara, atau apa saja yang akan menghancurkan keutuhan bangsa ini. PSHT juga mendukung Pilkada damai" lanjutnya.

PSHT sejak dulu berpusat di Madiun dan organisasi pencak silat ini telah diakui sebagai organisasi pencak silat Indonesia berdasarkan landasan hukum Republik Indonesia. Hak paten PSHT merupakan milik badan hukum organisasi PSHT.

Dalam perkembangannya, PSHT pernah memecahkan rekor sebagai pemrakarsa dan organisasi pencak silat pengguna toya terbanyak di Indonesia dalam Museum Rekor Indonesia (Muri).

Semboyan yang selalu menguatkan perjalanan setiap anggota PSHT adalah "selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula PSHT tetap jaya". (*)

Penulis: Wilibrordus Kau Suni
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved