Berita Regional Terkini

Ingin Rupiah Stabil, Asosiasi Pengusaha Jatim Tukar 50 Juta Dollar AS

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menggerakkan sejumlah pengusaha di Jawa Timur.

Ingin Rupiah Stabil, Asosiasi Pengusaha Jatim Tukar 50 Juta Dollar AS
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi uang kertas 100 dolar AS 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menggerakkan sejumlah pengusaha di Jawa Timur.

Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi (Forkas) Pengusaha Jatim menukarkan 50 juta dollar AS ke mata uang rupiah.

Upaya itu dilakukan pengusaha di Jatim untuk menstabilkan nilai rupiah. Langkah ini juga diambil sebagai gerakan moral untuk membantu Pemerintah Indonesia.

Baca: Sampai Pertengahan September, Realisasi Fisik Proyek di Dinas PUPR NTT Capai 97,30 Persen

Ketua Forkas Jawa Timur, Nur Cahyadi mengatakan, para pengusaha di Jawa Timur memiliki tekad kuat untuk menstabilkan kembali nilai rupiah. Karena itu, para pengusaha mau tidak mau harus melepas dolar.

"Ini merupakan gerakan moral. Bisnis tidak hanya berupa keuntungan ya, tapi ada nilai moral yang akan kami sampaikan. Gerakan kami ini semoga bisa ditiru dan meluas," ucap Nur Cahyadi di Hotel Majapahit, Surabaya, Kamis (20/9/2018).

Baca: UGM Kerja Sama Pemprov NTT Kembangkan Budidaya Padi dengan Metode SRI

Nur Cahyadi memastikan, gerakan yang dilakukan pengusaha di Jawa Timur akan berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan saat nikai tukar dolar ke rupiah tinggi.

"Ini inisiatif teman-teman Forkas. Jadi akan terus menukarkan dolarnya. Di sisi lain, gerakan ini untuk merangsang pajak PPN, memberi daya rangsang tidak menahan dolar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengapresiasi gerakan luar biasa tersebut. Tanpa diminta, kata Moeldoko, Jawa Timur telah memelopori gerakan pertama penukaran dolar ke rupiah.

"Ini merupakan gerakan yang inspiratif. Jatim telah memelopori sebuah gerakan positif pertama. Saya mewakili pemerintah apresiasi kepada teman-trman Forkas," tuturnya.

Menguatnya nilai dolar atas rupiah, sambung Moeldoko, didorong situasi global. Karena itu, Moeldoko meminta masyarakat tidak serta merta menyalahkan pemerintah.

"Jangan seolah-olah hanya pemerintah yang salah. Tidak begitu. Tapi karena situasi global," jelasnya.

Ketua Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menambahkan, gerakan yang dilakukan pengusaha di Jawa Timur telah menunjukkan patriotisme. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved