Berita Kabupaten Sikka Terkini

KPU Sikka Tetapkan 449 DCT Legislatif

KPU Kabupaten Sikka, Kamis (20/9/2018), menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) 449 calon anggota DPRD Sikka pada Pemilu 2019.

KPU Sikka Tetapkan 449 DCT Legislatif
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Ketua KPU Sikka, Vivano Bogar 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/9/2018), menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) 449 calon anggota DPRD Sikka pada Pemilu 2019.

DCT Sikka ditetapkan dengan Surat Keputusan KPU Sikka Nomor 109.Kpts.KPU-Kab-018.433971/2018 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Sikka pada Pemilu 2019. Semua partai politik diberikan surat keputusan beserta lampirannya.

Rapa dipimpin Ketua KPU Sikka, Vivano Bogar didampingi dua komisoner, Jufri dan Alfonsus Hilarius Ase, sedangkan Elsy Puspitasari dan Fery Soge menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka di Kupang, dihadiri 16 pengurus partai politik.

Baca: Produksi Garam di TTU Menurun, Ini Penyebabnya

Jufri, komisoner KPU Sikka yang membidangi urusan teknis, menjelaskan, terjadi perubahan tiga partai politik yang melibatkan tiga orang calon yang terdaftar dalam DCS. Tiga partai politik itu yakni PBB, Partai Gerindra, dan Perindo.

Baca: Pemerintah Setuju Ranperda Inisiatif Pengelolaan Lahan Kering dari DPRD TTU, Ini Alasannya

Untuk PBB dan Perindo, masing-masing satu orang calon sementara meninggal dunia setelah penetapan DCS. PBB telah mengurus proses pergantian, namun Perindo tidak bisa melakukan proses pergantian, karena calon meninggal setelah batas waktu pergantian yakni maksimal 13 hari sebelum penetapan.

Sementara satu calon sementara dari Partai Gerindra mengundurkan diri diduga terindikasi manipulasi ijazah. Partai Gerindra telah melakukan proses pergantian calon sementara yang bersangkutan.

"Jadi dari 450 yang terdaftar pada DCS, kami tetapkan hanya 449 orang saja. Satu calon dari Perindo meninggal dunia, dan tidak bisa diproses ganti karena sudah melewati batas waktu minimal 13 hari sebelum penetapan. KPU mengubah nomor urut saja calon yang meninggal nomor urut satu digeser oleh nomor urut dua dan seterusnya," jelas Jufri. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved