Berita Sumba Barat Daya Terkini

35.045 KK Miskin Sumba Barat Daya Terima Beras Rastra

Sebanyak 35.045 kepala keluarga (KK) miskin di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menerima beras sejahtera (rastra), masing-masing KK menerima 10 kg.

35.045 KK Miskin Sumba Barat Daya Terima Beras Rastra
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya, Verderika Laka

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Sebanyak 35.045 kepala keluarga (KK) miskin di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menerima beras sejahtera (rastra), masing-masing KK menerima 10 kg.

Beras tersebut secara resmi dibagikan Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya. Untuk triwulan III, pembagian beras tersebut telah berlangsung sejak tanggal 17 September 2018.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya, Verderika Laka, menyampaikan hal itu kepada wartawan di kantornya, Kamis (20/9/2018).

Baca: Levico Butik Milik Julie Laiskodat Sumbang 1.000 Buku Untuk SMKN 1 Kupang

Menurutnya, beras tersebut secara gratis dibagikan kepada warga tanpa pungutan sepersenpun.

Setiap tribulan, Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya mendistribusikan 1.051.350 kg dari total beras 12.616.200 kg yang diperuntukan 35.045 kepala keluarga miskin SBD.

Baca: Nagekeo Dapat Kuota CPNS 237 Orang, Tidak Ada Tenaga Honorer K2

Untuk tribulan III, Dinas Sosial SBD telah membagikan beras sejahtera sejak tanggal 17 September 2018. Dan proses pembagian beras tersebut masih berlangsung.

Sedangkan berkaitan dengan data warga miskin penerima beras sejahtera, demikian Verderika Laka, kementerian sosial sepenuhnya menggunakan data BPS.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya hanya melaksanakan apa yang telah diputuskan pemerintah pusat. Data penerima beras rastra sepenuhnya telah ditentukan pemerintah pusat.

Verderika menambahkan, untuk Kabupaten Sumba Barat Daya, dalam daftar list penerima bantuan beras sosial, terdapat 44 desa mekar yang belum menerima beras rastra. Hal itu karena nama-nama desa mekar belum terdata dikementerian Sosial RI. Kementerian sosial masih menggunakan data desa lama.

Untuk itu, ia berharap, desa segera melengkapi datanya untuk diperjuangkan masuk dikementerian Sosial RI sehingga warga miskin mendapatkan pelayanan sama pula. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved