Selasa, 21 April 2026

Berita Sumba Timur Terkini

Tim Pusat Penelitian Arkeologi Temukan Gajah Purba di Sumba Timur

Tim peneliti Pusat Arkeologi Nasional, Jakarta juga menemukan ada rahang bawa (mandibula) hewan gajah di Kelurahan Watumbaka, Sumba Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima, M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Bukan hanya penemuan kuburan manusia dengan tempayan di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, tim peneliti Pusat Arkeologi Nasional, Jakarta juga menemukan ada rahang bawa (mandibula) hewan gajah di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Penemuan rahang bawa milik hewan gajah Purba tersebut ditemukan pada tahun 1978 saat penelitian oleh tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang terdiri dari Dr. R P Soejono, Rokhus Due Awe, Agung Sukardjo dan Suroso, serta Dr. S Sartono dari Departemen Geologi Institut Teknologi Bandung dan pertama kali ditemukan pada tanggal 26 Agustus 1978 oleh salah satu anggota Tim peneliti ternama asal Flores Rokhus Due Awe.

Baca: Sistem Antrean Online Baru Berlaku di 5 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (18/9/2018).

Palulu mengatakan, bukan hanya itu tim peneliti Arkeologi Nasional juga, pada tahun 2010 ditemukan juga rahang bawa hewan gajah di Lewa, Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur, malah ditemukan juga sepotong gadingnya dengan usianya sekitar 1 juta tahun silam.

"Temuan di Lewa itu bukan hanya gaja purba, ditemukan juga gigi dari Komodo, termasuk ditemukan juga gigi dari tikus besar," kata Palulu.

Menurut Palulu, sesuai dengan cerita lelulur pulau Sumba dulu masih menjadi satu daratan dengan pulau Flores, namun seiring dengan leburnya es dan waktu migrasinya oramg Sumba lelulur, saat itu pulau Sumba terpisah dengan pulau Flores.

Kata dia, sementara hasil penelitian terakhir oleh Diaspora manusia Sumba, dimana nenek moyang Sumba ini menghuni Sumba ini sudah 2.500 tahun yang silam. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved