Berita Nasional Terkini

Setya Novanto akan Jual Aset untuk Lunasi Uang Pengganti

Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto akan menjual aset berupa tanah dan bangunan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Setya Novanto akan Jual Aset untuk Lunasi Uang Pengganti
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (tengah) menjadi saksi dalam sidang kasus merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (27/4). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengungkapkan, terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto akan menjual aset berupa tanah dan bangunan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Hasil penjualan aset itu akan disetor ke rekening KPK untuk melunasi uang pengganti sebesar 7,3 juta dollar AS. Jika menggunakan kurs rupiah tahun 2010, totalnya sekitar Rp 66 miliar.
"Tanah dan bangunan di daerah Cipete, Jakarta Selatan akan dijual oleh keluarga SN (Setya Novanto) dan uang hasil penjualan akan disetor ke rekening KPK sebagai bagian dari cicilan pembayaran uang pengganti," kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/9/2018).

Di sisi lain, jaksa eksekutor KPK juga diberikan kuasa oleh keluarga Novanto untuk menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang melewati tanah milik Novanto di Jatiwaringin, Bekasi.

Baca: Tim Pusat Penelitian Arkeologi Temukan Gajah Purba di Sumba Timur

"Total estimasi nilai tanah di Jatiwaringin dan tanah dan bangunan di Cipete adalah sekitar Rp 13 miliar," ujarnya.

Febri juga mengungkapkan, Novanto menyerahkan surat kuasa melalui istrinya, Deisti Astriani Tagor untuk pemindahbukuan salah satu rekening Novanto lainnya.

"Berikutnya akan kami lakukan pengecekan dan pemindahbukuan ke rekening KPK," kata dia.

"Deisti menyampaikan pada prinsipnya bersedia membayar seluruh uang pengganti secara bertahap," sambung Febri.

Sebagai informasi, KPK sejauh ini telah menerima pembayaran uang pengganti dari Novanto sebanyak tiga kali.

Pertama sebesar Rp 5 miliar saat masih menjalani proses persidangan. Lalu, 100 ribu Dollar Amerika Serikat pada bulan Juni lalu. Terakhir sebesar Rp 1,1 miliar melalui pemindahbukuan dari rekening di Bank Mandiri ke rekening KPK. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved