Berita Kabupaten Ende

Narapidana Kasus Pencurian asal Bajawa Kabur dari Lapas Ende. Begini Kronologisnya

Narapidana warga binaan Lapas Kelas II B Ende atas nama Arnoldus Mawo warga Bolonga, Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, yang terlibat

POS KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
KALAPAS ENDE, Antonius Jawa Gili. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--Narapidan a warga binaan Lapas Kelas II B Ende atas nama Arnoldus Mawo warga Bolonga, Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, yang terlibat kasus pencurian kabur dari sel tahanan Lapas kelas II Ende sejak Rabu (12/9/2018).

Narapidana bersangkutan saat ini sementara menjalani hukuman penjara 4 tahun 6 bulan namun baru menjalani hukuman baru jalan 2 tahun hampir satu minggu belum kembali ke Lapas Kelas II B Ende.

Baca: Pagu Anggaran 2019 Tembus Angka Rp 132 M, Ini Harapan Kakanwil Kemenkum dan HAM NTT

Baca: Antisipasi Tindak Korupsi, Kantor Pemda di Ende Dipasang Kamera CCTV

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Ende, Antonius Jawa Gili,B.cIp,SH, mengatakan hal itu kepada Pos Kupang,Selasa  (18/9/2018) di Ende.

Antonius mengatakan kronologis kejadian berawal ketika pada, Rabu (12/9/2018) pagi yang bersangkutan bersama-sama narapidana yang lain bekerja diluar Lapas namun menjelang siang napi itu pamit ke teman-temannya untuk berkunjung kerumah keluarganya di Kelurahan Onekore Kecamatan Ende Tengah namun hingga jam 5 sore tidak kembali ke Lapas bersama teman narapidana yang lain.

Antonius Gili Jawa mengatakan atas peristiwa itu pihaknya sudah melajukan pencarian disemua keluarga yang ada di Ende maupun Bajawa namun belum membuahkan hasil.

"Saya sudah perintahkan semua petugas untuk menyisir semua lokasi dalam kota Ende hingga dikampung halam narapidana yang bersangkutan si Bajawa Kabupaten Ngada," kata Antonius.

Antonius Jawa Gili menambahkan narapidana yang kabur merupakan pindahan dari Rutan Bajawa.

Pihaknya menghimbau kepada narapidana yang bersangkutan agar segera kembali ke Lapas untuk menjalani sisa hukumannya sebelum petugas mengambil tindakan tegas

Kepada yang bersangkutan agar  menyerahkan diri baik kepda petugas lapas ataupun pihak keamanan  maupun aparat desa untuk bisa membawanya ke lapas dan bagi masyarakat jika melihat wajah baru yang ada disekitarnya agar bisa melaporkan ke pihak berwajib. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved