Berita Pendidikan

Kegiatan Ekskrakurikuler Sesuai Minat Siswa di Puri Pendidikan Muder Theresa Kupang

Puri Pendidikan Muder Theresia Kupang mengembangkan kegiatan eksktrakurikulerdi sekolah sesuai bakat dan minat siswa.

Kegiatan Ekskrakurikuler Sesuai Minat Siswa di Puri Pendidikan Muder Theresa Kupang
Ambuga Lamawuran

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Puri Pendidikan Muder Theresia Kupang mengembangkan kegiatan eksktrakurikuler (ekskul) atau kegiatan non pelajaran formal di sekolah selain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai bakat dan minat siswa.

Lembaga pendidikan yang terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini ingin agar anak-anak bisa mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan talenta masing-masing.

Pendiri Puri Pendidikan Muder Theresia Kupang yang juga Kepala SD Muder Theresia, Maria ME Husdiningsi, S.Pd, menyampaikan hal tersebut kepada Pos Kupang, Sabtu (15/9/2018) di sekolah tersebut, Jalan HTI, Kelurahan Oebufu.

Baca: CPNS 2018, Tiga Tahapan Penting saat Unggah Foto Selfie Pendaftaran CPNS

Maria mengatakan, untuk aktivitas sehari-hari biasanya diawali dengan apel baru dilanjutkan dengan KBM. Menurut Maria, kegiatan ekskul setiap hari Sabtu. Para siswa memilih dan menentukan sendiri kegiatan ekskul yang akan diikutinya.

Maria menjelaskan, untuk kelas I, II, dan III, biasanya mengikuti kegiatan mewarnai. Sementara kelas IV, V, dan VI mengikuti latihan tarian daerah, tarian modern, membaca puisi, drama, dan drumband. Selama ini, katanya, sekolah tersebut memang belum dikenal luas, tetapi dengan perjalanan selama 12 tahun, dia berharap para guru dan siswa bisa memberikan yang terbaik.

Dalam pembelajaran ekstrakurikuler yang terjadi tiap hari Sabtu, siswa diajarkan untuk mengembangkan bakat dan hobinya. Kegiatan ekskul, lanjut Maria, bertujuan agar siswa mampu menghayati dan mengembangkan bakat tanpa pemaksaan dari siapapun.

Baca: 3 Bocah Disekap Ibu Angkat, Tubuh Penuh Luka dan Dikurung bersama Binatang, Begini Kisahnya

Wali Kelas V, Simon Laga Doni, memberikan pelatihan puisi kepada siswa yang berminat. Para siswa memiliki motivasi untuk belajar yang kuat. "Dalam sanggar puisi, kami melatih mereka untuk membacakan dan menghayati sebuah puisi.

Walaupun mereka masih membaca puisi dari buku pelajaran. Ke depan, mereka harus belajar membuat puisi sendiri," jelasnya. "Saya memberikan latihan mengenai intonasi, cara membaca, ataupun hal lain. Tapi yang lebih penting adalah mereka bisa memahami pesan dari sebuah puisi," ungkapnya.

Disaksikan Pos Kupang, puluhan siswa yang mengenakan pakaian Pramuka sedang belajar menyanyikan yel-yel di sebuah ruangan yang cukup luas. Sambil sesekali mengangkat dan menepuk-nepuk tangan, anak-anak yang mengelilingi dua orang gurunya itu menyanyi dan tertawa.

Baca: Kwik Kian Gie Tawaran Pemikirannya Mengenai Ekonomi, Jokowi Tak Tanggapi

Maria mengatakan, sebagai pendiri dirinya berterima kasih karena sekolah tersebut bisa berkembang walaupun banyak tantangan dan hambatan. "Awal berdiri hanya 12 orang siswa saja yang sekolah di sini. Sekarang total siswa sudah lebih dari 300 siswa, mulai dari TK, SD dan SMP," kata Maria.

Menurut Maria, Puri Pendidikan Muder Theresia berdiri tahun 2006. Awalnya tempat ini seperti kandang kambing karena tidak dirawat. "Kami menatanya dan mendirikan sekolah. Dulu hanya TK saja, dan SD hanya enam bulan saja, karena tidak dikontrol. Tetapi kami kembali berpikir soal kepercayaan masyarakat dan akhirnya berlanjut sampai saat ini," kisahnya.

"Saya ingin agar semua komponen di sekolah ini bisa berpartisipasi bersama, baik kepala sekolah, guru dan orang tua, demi kemajuan sekolah yang lebih berkualitas," katanya. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved