Berita Kabupaten Kupang

Kasus Pertikaian Oebelo-Tanah Merah! Ternyata Polres Kupang Akan Lakukan Upaya Hukum

Polres Kupang pasca bentrokan antar warga Desa Oebelo-Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah sampai saat ini belum dilakukan upaya hukum

Kasus Pertikaian Oebelo-Tanah Merah! Ternyata Polres Kupang Akan Lakukan Upaya Hukum
pos kupang.com, edy hayong
Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, S.Ik. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I BABAU----Polres Kupang pasca bentrokan antar warga Desa Oebelo-Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah sampai saat ini belum dilakukan upaya hukum terkait oknum siapa dalangnya.

Polres masih menunggu situasi betul-betul kondusif dengan membangun komunikasi dengan tokoh-Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah.

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan kepada POS KUPANG.COM, Selasa (18/9/2018) mengatakan, pihaknya tidak mendiamkan kasus yang terjadi antara warga Oebelo-Tanah Merah.

Baca: Hati-Hati bagi yang Suka Iseng! Kantor Bupati Ende Dipasang Kamera CCTV

Baca: Tiga Calon Tenaga Kerja Indonesia Dicekal di Bandara El Tari Kupang

Selama ini memang penanganan dilakukan polisi dibantu TNI untuk mengamankan situasi agar kondusif.

Walau diakui respon pemerintah sepertinya sangat kurang untuk menjembatani pertemuan antar kedua belah pihak, tapi polres tidak berkecil hati.

"Kita akan proses tapi untuk saat ini kita masih tunggu situasi betul-betul kondusif. Kita musti cari waktu yang tepat. Intinya situasi harus dikendalikan dulu sehingga aktifitas warga tidak terganggu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sembilan orang jadi korban bentrokan antara warga Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (23/8/2018) petang, dilarikan ke RS Naibonat. Dari 9 korban itu  satu meninggal dunia, sedangkan 8 lainnya  mendapatkan perawatan intensif.

Direktur RS Naibonat, dr Erol PA Nenobais menyampaikan ini ketika dikonfirmasi Pos-Kupang.com, Kamis (23/8/2018) pukul 23.00 wita.

Menurutnya, dari laporan yang diterimanya dari tenaga medis yang tengah bertugas, ada 9 korban dirawat di rumah sakit yang dipimpinnya. Dari total ini satu meninggal dunia, sedangkan 8 lainnya masih dirawat.

"Kalau informasi yang saya terima satu yang meninggal dunia. Untuk tambahan korban meninggal saya belum dapat informasi. Sekarang delapannya masih kita rawat dengan kondisi luka ringan. Yang meninggal terkena luka pada bagian dada diduga bekas tembakan," jelasnya. (*)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved