Berita Rekrutmen CPNS 2018

Pemprov NTT Siapkan Infrastruktur Seleksi CPNS

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sementara menyiapkan infrastruktur untuk kepentingan seleksi CPNS.

Ilustrasi seleksi CPNS 2018 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sementara menyiapkan infrastruktur untuk kepentingan seleksi CPNS. Kondisi ini guna menunjang pelaksanaan seleksi dengan sistem Computer Assited Test (CAT).

Hal ini disampaikan Plh Kepala BKD NTT, Mulu Blasius, S.E, CES, Senin (17/9/2018).

Menurut Blasius, seleksi CPNSD tahun 2018 akan dilakukan dengan cara online dengan sistem CAT. Karena itu, pemerintah NTT terus melakukan persiapan sarana komputer maupun soal jaringan internet.

Baca: Ketua Fraksi PKB DPRD NTT Harapkan Pemerintah dan DPRD Saling Menghargai

Namun, saat ini Pemprov NTT masih menunggu informasi terakhri dari Panitia Pusat dalam hal ini BKN.

"Untuk itu, kami sudah koordinasi dengan lembaga perguruan tinggi seperti Politeknik Negeri Kupang (PNK) dan sejumlah SMA/SMK yang memiliki perangkat komputer dan jaringan yang nanti digunakan untuk kepentingan seleksi," kata Blasius.

Dia menjelaskan, untuk kepentingan itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PNK dan sejumlah sekolah yang memiliki fasilitas penunjang seleksi.

Terkait tenaga honorer, ia mengakui, memang sesuai aturan itu tenaga honorer ditasi dengan usia 35, namun banyak tenaga honorer yang sudah melebihi usia itu dengan masa kerja yang lama.

Dia juga tidak mengetahui pasti angka tenaga honorer baik tenaga guru mapun tenaga kesehatan. Karena itu, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

"Kalau tidak salah total tenaga honor itu bisa mencapai 4000 lebih. Ini juga kita lagi koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengecek data itu," katanya.

Terkait ASN yang tersangkut kasus korupsi di Pemprov, ia mengakui bahwa, ada mekanisme, yakni apabila ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka akan ditindaklanjuti dengan surat keputusan gubernur untuk pemberhentian.

"Sudah ada yang diberhentikan dan ada yang masih dalam proses," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved