Berita Nasional Terkini

Menkumham Bantah Sel Setya Novanto Lebih Luas dari Sel Tahanan Lain

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly membantah temuan Ombudsman RI bahwa sel yang dihuni Setya Novanto lebih luas dari tahanan lain

Menkumham Bantah Sel Setya Novanto Lebih Luas dari Sel Tahanan Lain
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA
Menkumham, Yasonna Laoly seusai upacara peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia, di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | PANGKALPINANG - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly membantah temuan Ombudsman RI yang menyatakan bahwa sel yang dihuni Setya Novanto di Lapas Sukamiskin lebih luas dari pada sel tahanan lainnya.

Hal ini diungkapkan Yasonna Laoly saat berkunjung ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (16/8/2018) petang.

Menurut Yasonna, ada 52 sel dengan luas yang sama di Lapas Sukamiskin yang dibangun pada zaman Belanda tersebut.

Baca: Pasca-putusan MA, Partai Berkarya Tetap Tak Usung Caleg Eks Koruptor

"Sebelumnya Ombudsman itu tidak lihat semua. Di Lapas Sukamiskin itu ada 52 kamar yang sama besarnya. Lapas itu dibangun pada tahun 1918, tidak ada keistimewaannya," ujar Yasonna.

Menurut Menkumham, dulu memang ada 3 kelas kamar atau sel. Pada zaman Belanda, bagi tahanan yang berpangkat perwira, ditahan di lantai atas yang memang lebih luas, sedangkan yang bukan perwira di sel lainnya.

"Dulu waktu OTT, yang dikritik adalah fasilitas ( sel lebih besar ) diberi karena uang. Pasca OTT tidak ada lagi. Semua punya hak yang sama," tegas Yasona.

Sebelumnya, Ombudsman menyatakan, walau tidak ada fasilitas mewah, namun sel tahanan Setya Novanto lebih luas dua kali lipat dari sel para tahanan lainnya.

KPK pun meminta agar Ditjen PAS menindaklanjuti temuan tersebut secara serius.

Sebelumnya Setya Novanto menyanggupi akan melunasi uang pengganti sebesar 7,3 juta dollar AS. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved