Berita Kabupaten Lembata Terkini

Lembata Masuk dalam Agenda Paralayang Dunia

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur memantau persiapan lokasi yang nantinya menjadi pusat pelaksanaan Festival 3 Gunung (F3G) tersebut.

Lembata Masuk dalam Agenda Paralayang Dunia
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Syamsul dan Haris Setiawan saat ujicoba paralayang di Lembata, Sabtu (15/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Hari makin malam. Suasana coffee evening di Bukit Cinta terus saja berlangsung. Di sela-sela suasana mengopi bersama itu, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur memantau persiapan lokasi yang nantinya menjadi pusat pelaksanaan Festival 3 Gunung (F3G) tersebut.

Di tengah suasana pemantauan itu, tiba-tiba manajemen Way2East, Ivent Organizer (IO) F3G di Jakarta, Adi Gerimu memperkenalkan Sekretaris Paralayang Jawa Timur, Syamsul dan Haris Setiawan kepada beberapa pejabat yang ada di dekatnya.

Baca: Satgas Pamtas Yonif 743/PSY Bangun Bak Penampungan Air Bagi Warga

"Kami datang dari Jakarta bersama Sekretaris Palayang Jawa Timur, Syamsul dan Haris Setiawan. Di sini sudah dilakukan ujicoba terbang dan bagus. Pak Syamsul dan Haris sangat gembira bisa mengunjungi Lembata dan melakukan ujicoba terbang di sini. Lembata luar biasa," ungkap Adi Gerimu, Sabtu (15/9/2018).

Syamsul (kiri) dan Haris Setiawan (kanan) saat bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Sabtu (15/9/2018) malam.
Syamsul (kiri) dan Haris Setiawan (kanan) saat bersama Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, Sabtu (15/9/2018) malam. (POS-KUPANG.COM/Frans Krowin)

Tatkala perbincangan tentang aktivitas paralayang makin hangat, Bupati Sunur meminta Syamsul untuk berbagi cerita tentang pengalaman yang dirasakan selama berada di Lembata.

Bak gayung bersambut, Syamsul dan Haris pun langsung bergegas mendekati Bupati Sunur. Keduanya pun langsung berbagi kisah tentang indahnya penorama alam di Lembata. Bahkan secara spontan keduanya menyebut Lembata sebagai surga dari Timur Indonesia.

"Saya sudah berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Indonesia dan baru sekali ini datang ke Lembata. Tapi melihat alam di daerah ini, terus terang, saya sangat takjub. Panoramanya sangat luar biasa," ujar Syamsul.

Dia menyebutkan, Bukit Cinta pantas jadi ikon pariwisata baru Lembata. Pasalnya, pesona tempat itu demikian memikat hati. Keindahannya serasa sempurnah, sebab deretan bukitnya, lekak lekuk gunung Ile Boleng di seberang laut, Adonara, hijauan nyiur di pinggir pantai juga bentangan lautnya terpampang nyata di depan mata.

"Saat pertama kali tiba di Bukit Cinta ini, saya langsung jatuh cinta. Pesona alam dari Bukit Cinta ini memang tiada duanya," tutur Syamsul disambut tepuk tangan semua yang berada di dekatnya.

Dari ekspresinya, terlihat jelas betapa Syamsul berkata jujur tentang apa yang dilihatnya selama beberapa hari berada di Lembata. Apalagi dalam tenggat waktu tersebut, baik Syamsul maupun Haris melakukan ujicoba paralayang di tempat tersebut.

Tatkala ditanya soal pengalamannya terbang di Lembata, Syamsul mengatakan sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk ber-paralayang di daerah tersebut. "Di Lembata ini sangat menyenangkan. Keindahan alamnya membuat kita sangat gembira," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Haris Setiawan. "Alam Lembata ini sangat eksotis. Keindahannya sangat berkesan. Meski sebagai daerah baru tapi pesona alamnya begitu menggoda," puji Haris.

Ia juga memuji sikap Pemerintah Kabupaten Lembata yang menaruh perhatian besar terhadap sektor pariwisata di daerah itu. Itu terlihat dari pembangunan infrastruktur yang demikian bagus meski ada juga yang kurang-kurang.

Kondisi yang kurang itu, lanjut dia, tentu akan diperbaiki atau dibenahi pada tahun-tahun mendatang. Tapi yang paling penting, adalah masyarakat dan semua komponen di daerah itu harus mendukung penuh komitmen pemerintah dalam membangun daerah itu. Dukungan semua pihak sangat menentukan maju mundurnya Lembata pada hari-hari yang akan datang.

Mengenai dimasukannya Lembata pada agenda paralayang dunia, Syamsul mengatakan, pihaknya akan coba melakukan itu. Tapi secara nasional, Lembata pasti akan dimasukkan ke dalam agenda paralayang nasional. "Di Jawa Timur itu, kami pernah melakukan ivent paralayang dunia dan apresiasinya sangat baik. Ke depan, kami akan merancang agenda paralayang nasional atau pun kelas dunia di Lembata," ujar Syamsul. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved