Berita Pendidikan

Fapet Undana, Politeknik dan Pemkab Kupang Bersinergi, Ini Yang Dilakukan!

Kegiatan PKW tersebut merupakan kerja sama Fapet Undana, Politeknik Undana dan Pemda Kabupaten Kupang.

Fapet Undana, Politeknik dan Pemkab Kupang Bersinergi, Ini Yang Dilakukan!
ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ferry Jahang

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Kelompok Kaifo Ingu dan Kelompok Ana Mak di Desa Babau dan Oesao di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang menyediakan lahan seluas 32 hektar untuk dijadikan lokasi pengabdian masyarakat melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW).

Rilis yang diterima Pos Kupang dari Yohanes Djegho, dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Undana menyebutkan, program PKW ini merupakan penerapan paradigma baru pengabdian masyarakat dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti.

Kegiatan PKW tersebut merupakan kerja sama Fapet Undana, Politeknik Undana dan Pemda Kabupaten Kupang. Salah satu sasaran program PKW adalah masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi (masyarakat umum/biasa).

Baca: Korban Tewas Siklon Tropis Mangkhut di Filipina Tambah Jadi 49 Orang

Baca: Alasan Selingkuh, Gemini Karena Komunikasi, Leo Karena Alasan Sepele, Zodiak Lain?

"Diharapkan dengan keterlibatan perguruan tinggi kelompok mitra mendapatkan sentuhan Iptek sesuai kebutuhannya," kata Ketua Pelaksana Prof. Dr. Ir. Erna Hartati, MP beberapa waktu lalu.

Untuk program tersebut, Kelompok Kaifo Ingu menyediakan lahan seluas 22 Ha yang terdiri dari 5 Ha untuk pengembangan kebun buah, peternakan kambing serta sapi, 1 Ha untuk pembuatan kolam ikan air tawar dan 16 Ha untuk penanaman palawija dan hortikultura.

Sedangkan Kelompok Ana Mak menyediakan lahan seluas 10 Ha untuk penanaman palawija dan hortikultura serta peternakan.

Menurut Prof. Erna Hartati, sebelum kegiatan dilakukan survei lokasi lahan yang disediakan kelompok di Desa Babau dan
Desa Oesao, diikuti sosialisasi kepada anggota kelompok agar memahami program PKW tersebut. Setelah memiliki pemahaman yang sama maka anggota kelompok diberi pendidikan dan pelatihan.

Baca: Diculik Abu Sayyaf Tahun Lalu, 3 Nelayan Indonesia Berhasil Dibebaskan

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Senin 17 September 2018, Capricorn Jangan Boros, Scorpio Dilema

Melalui kegiatan ini anggota kelompok dapat memahami teknologi terapan dari setiap kegiatan program dan mampu mengimplementasikan di lapangan. Materi pelatihan yang disajikan adalah perkembangan psikomotorik pada anak usia dini, anak berkualitas dengan gizi seimbang, teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Ternak-Bahan Organik) untuk peningkatan produksi padi dan ekonomi petani, pengolahan hijauan sebagai upaya menjaga stabilitas pakan selama musim kemarau, penyediaan model sistem tiga strata (STS), pembuatan pakan komplit untuk ternak kambing dan sapi (konsentrat dan silase) dan pengembangan ternak kambing persilangan PE (persilangan Etawah) dan Boer serta manajemen perkandangan dan kesehatan.

Khusus pembuatan pakan komplit untuk ternak kambing dan sapi (konsentrat dan silase) selain disajikan berupa teori, juga dilakukan praktek.

Halaman
12
Penulis: Ferry Jahang
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved